LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia berhasil menduduki peringkat 32 besar di dunia dalam sektor
pariwisata, berdasarkan indeks daya saing pariwisata dan perjalanan atau Travel and Tourism Competitivenes Index (TTCI) yang dirilis World Economic Forum (WEF). Dengan peringkat ini, alhasil Indonesia melesat naik 12 peringkat.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa Indonesia mampu mencapai peningkatan peringkat terbesar, kendati diterpa berbagai kendala Indonesia naik hingga 3,4 persen, disusul Arab Saudi dengan skor naik 2,3 persen.
“Indonesia menempati peringkat 32, naik 12 posisi dari 117 negara di seluruh dunia. Dan kenaikan 12 peringkat ini kita capai di tengah pandemi COVID-19 yang kita lalui dan begitu banyak kendala, tapi ternyata ada beberapa poin yang berhasil kita perbaiki dan tingkatkan," ungkap Sandiaga dalam keterangan persnya dikutip Rabu (1/5/2022).
Baca juga: Wisata Alam Coban Danyang, Air Terjun yang Tak Pernah MengeringMenurut Sandiaga, sektor pariwisata Tanah Air juga berhasil menempati peringkat kedelapan, dan masuk deretan 10 besar di kawasan Asia Pasifik, di ASEAN Indonesia masuk posisi bergengsi sebab berhasil melampaui capaian negara-negara tetangga.
"Data tersebut menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia berhasil merangkak naik atau berhasil bangkit dengan menggunakan anggaran yang efektif dan efisien. Membuktikan bahwa program dan kebijakan yang digulirkan oleh Kemenparekraf/Baparekraf tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu," ujar Sandiaga.
Menurutnya, hal tersebut akan berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong kepulihan ekonomi.
“Ini saya baru laporkan kepada Presiden Joko Widodo dan beliau meminta untuk kita all out menyuarakan prestasi ini bahwa di tengah badai pandemi, di tengah kesulitan yang kita hadapi, di tengah anggaran yang terus dikurangi, tapi kita mampu meningkatkan indeks kita 12 peringkat dan secara mantap dan signifikan ada di jajaran atas dari sektor pariwisata,” katanya.
Sandiaga berkomitmen akan terus meningkatkan kinerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta bergerak cepat untuk mempelajari kembali atau mengevaluasi indikator-indikator yang memicu kebangkitan ekonomi di sektor pariwisata.
Selain itu, dia juga akan memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait pemukhtahiran data, sehingga apa yang menjadi capaian pariwisata Indonesia akurat dengan situasi yang ada di lapangan.
“Dan kita sekarang sedang mempelajari kembali indikator-indikator yang ada di tahun 2022 ini, bagaimana kita bisa meningkatkan lagi di tahun-tahun yang akan datang. Karena ada 112 indikator dan kita juga akan melibatkan kementerian/lembaga yang lain terkait dengan pemuktahiran data,” ujarnya.
Baca juga: Kunjungan Wisata di Desa Bahasa Borobudur Mulai Ramai KembaliMenurutnya, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dia juga akan meningkatkan koordinasi lintas sektor kementerian/lembaga, termasuk merangkul pemerintah daerah.
"Dan kita akan terbitkan sendiri juga TTCI yang versi Indonesia untuk membangkitkan semangat mulai dari teman-teman provinsi, kabupaten, kota sampai ke tingkat desa wisata,” kata Menparekraf," tuturnya.
Inisiasi dalam menerbitkan TTCI versi Indonesia menjadi salah satu acuan dari indeks kinerja utama Kemenparekraf/Baparekraf, yang dipantau oleh stakeholders parekraf hingga pemangku kepentingan.
(sof)