LANGIT7.ID - , Jakarta - Pelatih Timnas U-23 Vietnam Gong Oh-kyun menceritakan pengalamannya saat menjadi asisten
Shin Tae-yong melatih
Timnas Indonesia. Meski tidak lama, juru taktik asal Korea tersebut sudah menemukan persoalan yang mendasar pesepak bola Indonesia.
Di awal-awal melatih Indonesia, para pemain kesulitan belajar. Para pemain Indonesia dianggapnya susah didekati, dan kurang ramah. Gong pun menyadari bahwa itu karena perbedaan budaya. Namun, itu ternyata bukan akar masalahnya setelah sekian lama di Indonesia.
Baca juga: Menang Tipis 1-0 atas Ghana, Timnas U-19 Buka Kans Lolos Fase Grup“Tetapi, setelah beberapa sesi, saya menemukan bahwa itu bukan masalahnya. Pemain Indonesia tidak memiliki semangat yang cukup baik, tekad yang cukup seperti yang saya inginkan, sehingga sulit untuk bekerja,” kata Gong, dikutip Jumat (3/6/2022) dalam sesi wawancara dengan zingnews.vn.
“Semuanya berbeda ketika saya pergi ke Vietnam. Saya melihat pemain Vietnam sangat bertekad, pekerja keras, dan menunjukkan sikap yang sangat progresif seperti pemain Korea. Itu membuatku merasa sangat bersemangat,” ujarnya lagi.
Ketika pertama kali datang ke
Indonesia, ia pikir para pemain di sini tidak terbiasa dengan metode latihannya, jadi dirinya merasa sangat sulit untuk mendapatkan sesi latihan yang memuaskan. Hubungan pelatih dan pemain di sini juga sulit.
“Padahal pemain
Vietnam juga sama, terutama di pekan pertama. Mereka mengalami sedikit kesulitan karena mereka belum pernah bertemu saya sebelumnya. Tapi pemain Vietnam memiliki sikap berbeda yang membuat saya lebih menyukainya,” beber Gong.
Gong bersama Shin Tae-yong tidak lama melatih Timnas Indonesia. Ia berpamitan kepada Shin Tae-yong dan masyarakat Indonesia untuk kembali ke negaranya, karena permasalahan pribadi.
Baca juga: Shin Tae-yong Optimis Timnas Indonesia Lebih Kuat di Kualifikasi Piala AsiaIstirahat sebentar di Korea, Gong diminta untuk melatih klub Seoul E-land dan tawaran itu diterimanya. Setelah melatih klub, Gong mendapat tawaran dari Park Hang-seo, untuk menggantikannya melatih Vietnam U-23. Tugas beratnya saat ini adalah menemukan generasi pemain Vietnam.
“Dalam sepak bola menemukan generasi pemain berikutnya sangat penting. Saya pelatih baru, jika saya mulai membangun diri saya dari awal, itu akan banyak memakan waktu, begitulah di Korea dan saya percaya itu sama di Vietnam,” ucapnya.
(est)