LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 6 kesalahan berjualan online yang jarang diketahui para
pengusaha yang mulai menjajal bisnis digital. Namun kekeliruan ini masih bisa diatasi sebelum merugi.
Kesalahan
jualan online ini bisa jadi karena keliru menyusun strategi. Padahal produk yang dipamerkan luas ini harusnya bisa menangkat penjualan, bukan malah sepi tawaran.
Kondisi ini memaksa para pengusaha belajar kembali sistem bisnis digital. Berikut cara mengatasi kesalahan jualan online melansir
entrepreneur.com.
Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Online yang Cocok untuk Pemula1. Tidak punya nilaiSebagai pengusaha, sudah seharusnya mampu menonjolkan nilai sebuah brand, termasuk secara personal maupun produk. Nilai di sini bisa jadi menghadirkan sebuah produk pembeda yang memiliki manfaat dan keunikan.
Walaupun banyak pengusaha yang sudah sadar dan berniat untuk menonjolkan nilai ini, tapi sebetulnya brand mereka masih sama dengan produk pada umumnya. Produk harus sebisa mungkin dinarasikan tidak hanya dibutuhkan pembeli, tapi juga rasa keinginan untuk memilikinya.
Caranya, tawarkan kepada pembeli sesuatu yang lebih mereka inginkan dan bisa didapatkan dengan cara mudah. Jadikan suatu jembatan antara yang diinginkan konsumen dengan yang produk yang ditawarkan.
2. Bangun kepercayaanPasar mungkin sangat membutuhkan produk yang kita jual, tapi kendalanya mereka belum mempercayai brand yang kita bangun. Keraguan inilah yang menjadi tantangan bagi para pengusaha untuk diselesaikan.
Membangun kepercayaan terhadap brand ini bukan perkara mudah. Namun, dapat dilakukan secara pelan tapi pasti.
Buatlah sebuah konten pemasaran online yang mengedepankan sebuah nilai tadi. Hal ini penting diingat, karena konten pemasaran setidaknya harus bisa menjawab kebutuhan, keinginan, dan masalah dari konsumen.
3. Konten berlebihanKebanyakan belajar soal pemasaran online, membuat pengusaha seringkali blunder dengan menyajikan konten berlebihan. Padahal, ini justru akan membuat konsumen bingung dan tidak memahami pesannya.
Calon pembeli bisa jadi melewati produk yang dijual jika mereka tidak mengerti terhadap deskripsi produk. Jadi hadirkan konten yang simpel dan mudah dipahami, yakni cukup dengan menjelaskan arti, manfaat, dan cara penggunaannya.
4. Konsumen bingungCalon konsumen yang bingung, tidak akan berlama-lama memahami sebuah produk, parahnya mereka justru tidak membelinya. Padahal, bisa jadi produk itulah yang mereka butuhkan.
Untuk mengatasi hal ini, hadirkan saja sebuah paketan produk yang opsinya tidak lebih dari 3. Sebab, jika opsi terlalu banyak mereka dikhawatirkan malah tidak memilih satu pun dari opsi yang ada.
5. Konsumen tidak menemukan solusiAlasan lain konsumen tidak membeli adalah karena mereka tidak menemukan solusi dari pesan yang disampaikan. Jadi usahakan membuat narasi yang sangat mudah bagi konsumen untuk memahaminya.
Di antaranya bisa berisi manfaat konkret sebuah produk, spesifikasi, kualitas, cara penggunaan, dan hal lain yang disajikan secara mudah. Termasuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
6. Pengaruhi pembeliStrategi lain yang bisa dihadirkan yakni dengan membuat pembeli mempromosikan produk tersebut secara sukarela. Hal ini akan didapatkan ketika mereka betul-betul telah mendapatkan manfaat dari sebuah produk.
Caranya, dengan menghadirkan tautan yang bisa dibagikan dan berisi produk terkait lainnya. Dengan begitu, mereka akan memiliki banyak opsi, baik untuk membeli ataupun membagikannya kepada orang lain.
Itulah 6 kesalahan jualan online dan cara mengatasinya. Setelah memperbaiki itu semua, maka segera lakukan peningkatan kualitas, baik untuk produk maupun strategi iklan, sehingga toko akan semakin dipercaya dan mendapatkan banyak orderan.
(bal)