LANGIT7.ID, Jakarta - Pelatih kepala Timnas Indonesia Shin Tae-yong berbicara mengenai sebab timnas belum bisa mengalahkan Vietnam, selama dibesutnya.
Menghadapi Vietnam jika tidak menelan kekalahan, minimal Indonesia hanya berman imbang 0-0 sama seperti pertemuan terakhir saat Piala AFF U-19.
“Sebenarnya masalahnya simpel saja, kita ada nasib sial. Kita harus kuat mental,” kata Shin Tae-yong dalam podcast di kanal Youtube Sport77 official dikutip Rabu (20/7/2022).
Baca juga: Sambut Piala Dunia U-20, Shin Tae-yong Beberkan Kekurangan Timnas U-19“Memang sekarang sedang dalam berusaha lebih baik. Apalagi U-20 lebih baik dari senior. Kalau U-20 memang sudah terlihat kuat mentalnya. Tetapi perlunya sekarang, menanamkan mental yang baik kepada tim senior. Setelah itu pasti bisa bersaing lebih baik lagi dengan tim senior Vietnam, Thailand dan Malaysia,” ungkapnya.
Menurutnya, betul memang para pemain timnas indonesia saat ini sudah lebih bagus. Soal kecepatan itu harusnya sudah ada dan bakat dari lahir. Dari seluruh pemain, memang agak kurang dari soal fisik. Kelihatannya cepat. Tapi jika beradu lari dengan yang fisiknya baik. Sebenarnya bisa dikatakan, tidak cepat juga.
“Tidak cepat itu karena tidak mempunyai power, fisik juga tidak ada. jadinya terlihat tidak terlalu cepat. Tapi jika dilihat sekarang, sudah terlihat kuat powernya,” tuturnya.
Pelatih asal Korea itu berjanji para pemain ini akan lebih baik lagi dan bisa menjadi pemain yang hebat untuk ke depannya. Akan tetapi, semata-mata bukan hanya tugasnya, itu tugas klub. Timnas hanya memiliki pemain yang bagus-bagus saja dari klub. Kemudian hanya latihan sebentar lalu bertanding.
“Jujur tidak ada waktu untuk memberi latihan fisik di timnas. Maka saya berharap dari klub untuk membuat sistem untuk fisik dan masalah makanan,” ucapnya.
Ditanya soal butuh berapa tahun Timnas bisa bersaing dengan negara-negara di Asia, Shin belum belum bisa meyakinkan kapan. Tetapi, harusnya PSSI dan timnas, dan klub harus menjadi satu unit untuk membuat program yang baik.
“Menurut saya perlu waktu, minimal 10 tahun dan yang pertama harus membuat pembinaan usia dini. Jika kita bicara prestas, prestasi dan prestasi, tidak akan bisa berkembang. Dibuat program yang baik, baru Indonesia bisa bersaing di Asia,” bebernya.
Baca juga: Laga Perdana Liga 1 2022, Persis Ngungsi ke Moch SoebrotoSelain itu, memang di Indonesia itu di liga harus kuat, maka timnas kuat. Memang saat ini yang menjadi masalah paling besar di liga itu stoper dan striker selalu diisi oleh pemain asing. Dan dari pembinana usia dini harus bisa membuat penyerang yang baik, tapi sampai sekarang tidak bisa dibuatnya.
“Tetapi strategi yang saya inginkan itu memang tanpa penyerang utama. Saya selalu ingin pemain depan lebih banyak melakukan pergerakan dan lari dari pemain lawan. Ini baru bisa meningkatkan kemungkinan tim bisa menang,” pungkasnya.
(sof)