LANGIT7.ID - Pernikahan jadi momentum yanag sakral dalam perjalanan hidup manusia. Karenanya, momentum sekali dalam hidup itu sebaiknya jangan dilewatkan begitu saja. Meski tidak mewah dengan harus merogoh kocek dalam-dalam, ada opsi lain untuk menggelar pernikahan yang sederhana tapi berkesan.
Salah satu konsep yang bisa menjadi alternatif dengan biaya terjangkau adalah kaidang. Konsep ini berasal dari Thailand. Bagi pasangan pengantin di Kota Semarang, konsep ini masih menjadi tren merayakan pernikahan lebih elegan dan simpel. Konsepnya minimalis, dengan dekorasi yang tidak banyak memanfaatkan partikel-partikel berat.
Dekorasi kaidang bukan hal yang baru, namun sudah mulai banyak diadopsi banyak pengusaha dekor pengantin di Indonesia sejak tahun 2019. Meski tidak banyak menggunakan ornamen-ornamen yang padat, tapi tidak menghilangkan sisi elegan.
“Sekarang banyak yang memakai konsep itu. Seperti Kaidang, asal Thailand, konsep-konsep minimalis. Istilahnya partisi-partisi tidak terlalu berat, tapi ada seni di rangkaian bunganya,” kata Nanang, owner Diah Kharisma Dekorasi Semarang di Channel Youtube Semarang Pemkot.
Diakui Nanang, jika harus jujur di era terbuka konsumen atau calon pengantin banyak melirik acara-acara ritual berkonsep Kaidang seperti estetika-estetika, jadi minimalis, main lengkung, garis, dan kotak. Saat ini masih menjadi tren. Banyak juga yang meminta kaidang ini juga dipadukan dengan tradisional Jawa.
“Ini tantangan saya, pengen begitu, tapi tetap pakai adat tradisional. Kita ada ornamen-ornamen tradisional. Jadi kita selalu memodifikasi. Kita sarankan begitu. Warna lebih ke pastel, lebih mendominasi. Warna gradasi masih mendominasi,” ujarnya.
Bagi pasangan muda-mudi yang ingin mendapatkan hasil dekorasi sesuai dengan ekpektasi, perlu diperhatikan hal-hal penting sebelum memilih jasa dekor pernikahan. Jangan sampai pada akhirnya nanti justru hasilnya mengecewakan konsumen.
“Portofolio di online. Sejauh mana banyak karyanya. Minta referensi vendor, kenal tidak dekorrnya ini. Atau minta rekomendasi teman. Dan pastikan, vendor dekor sesuai dengan ekpektasi konsepnya,” ujarnya.
Menurut Nanang, di era Pandemi Corona ini memang membuat industri dekorasi pernikahan cukup terpukul. Pasalnya beberapa order dekor, pada akhirnya harus diundur karena adanya larangan kerumunan, setelah ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
“Kalau secara even memang pengaruh. Terkait aturan tidak boleh acara. Psikologi pengantin, yang ngundang orang banyak, tapi akhirnya diundur,” ujarnya.
“Awalnya kita (memang) loyo. Kita tidak boleh begini, kita harus bangkit. Teman-teman industri pernikahan, tingkatkan kreatifitas, jangan menyerah dengan kondisi ini,” katanya menambahkan.
(sof)