LANGIT7.ID, Jakarta - Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Komedian legendaris Eddy Gombloh mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Sarjito, Jogjakarta, hari ini, pukul 12.30 WIB.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Evry Joe. "Betul beliau meninggal di Jogja beliau lumayan cukup panjang umur, beliau adalah komedian populer, bersama Ateng, saat itu kita masih kecil," ujar Evry dalam keterangannya, Kamis (4/8/2022).
Eddy wafat di usia 80 tahun. Sepanjang kariernya, Eddy Gombloh sudah bermain puluhan judul film. Eddy juga kerap berakting bersama komedian betawi Benyamin Sueb dalam film Biang Kerok, Benyamin Brengsek hingga Benyamin Tukang Ngibul.
Eddy tampil sebagai sosok lugu yang dijahili oleh Benyamin dalam film-film komedi. Dia aktif berakting di era 70-an hingga awal 90, dalam film seperti "Djembatan Emas", "Benyamin Tukang Ngibul", "Inem Pelayan
Sexy" dan "Apa Ini Apa Itu".
Baca Juga: Dongkrak Semangat Umat, Ini 3 Artis yang Pernah Jadi Duta ZakatSetelah tak lagi ada tawaran di dunia akting, Eddy Gombloh menghabiskan masa tuanya di kota kelahirannya, Yogyakarta bersama istrinya, Martina Lubalu dan putri bungsunya Ayu Aduna Anggraeni.
Usaha yang dijalani Eddy Gombloh bersama keluarga membuka warung dan berkebun. Eddy Gombloh dan istri mengelola kebun salak miliknya.
Sejatinya, siapapun yang bernyawa akan menghadap Sang Khalik Allah
azza wa jalla. Tak ada satupun makhluk bisa mengetahui takdir yang dicatat Allah SWT.
Baca Juga: Cerita Komedian Amerika Dave Jadi Mualaf, Berawal dari Ingin TahuKematian datang tiba-tiba, yang hanya bisa tiap manusia lakukan adalah mempersiapkan diri dengan amalan-amalan untuk bekal di akhirat.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Ali Imran: 185).
(zhd)