LANGIT7.ID, Yogyakarta - Pelatih TImnas Indonesia U-16 memiliki sisi inspiratif yang ditanamkan oleh sang pelatih, Bima Sakti. Pelatih berusia 46 tahun itu tak sekadar juru taktik, tapi sekaligus menjadi guru di balik lapangan bagi anak-anak Skuad Garuda.
Itulah yang jadi rahasia kekuatan mentalitas pemain Timnas U-16 dan membuat mereka bisa menjuarai Piala AFF U-16.
Viral di media sosial sosok Bima Sakti membuka rahasia Timnas U-16 bisa kuat secara mentalitas. Hal itu dia sampaikan saat menyampaikan ceramah di depan jamaah usai salat Subuh di Masjid Mujahidin UNY, Sleman, Yogyakarta.
Baca Juga: Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022, Bima Sakti: Kado HUT Kemerdekaan RI
“Kita membentuk Tim ini bukan hanya sekadar ilmu main bolanya saja. Akhlak itu lebih penting, kemudian ilmu. Kita di sini mengajarkan kepada pemain disiplin, terutama masalah ibadah,” kata Bima Sakti, dalam sebuah video yang diunggah akun Twitter @MafiaWasit, Senin (15/8/2022).
Ada denda yang diterapkan untuk melatih adan Skuad Garuda. Denda rupiah diberlakukan jika ada pemain kedapatan tidak salat berjamaah di masjid yakni sebanyak Rp100 ribu. Jika masbuk, maka pemain akan didenda Rp50 ribu.
“Jadi, terkumpul berapa juta gitu, kemudian kita sumbangkan ke panti asuhan,” kata Bima Sakti. Bima Sakti juga menanamkan akhlak rendah hati. Dia tidak ingin para pemain larut dalam euforia saat meraih gelar juara. Harus tetap rendah hati saat mendapatkan kemenangan.
“Saya sampaikan ke mereka, enggak perlu berlebihan euforianya, syukuri. Kita syukuri dan kita tetap rendah hati, dan kita tetap tak lupa diri, karena kalau kita mulai sombong, kita hancur,” ujarnya.
Berbakti kepada orang tua juga menjadi hal utama Bima Sakti dalam mendidik Skuad Garuda. Dia menekankan, taat kepada orang tua merupakan kunci kesuksesan, namun kerap terlewatkan oleh banyak orang.
Baca Juga: Tiba di Jakarta, Skuad Garuda Muda Diguyur Bonus Rp1,3 Miliar
“Jadi, mereka bisa hebat begini, (karena) orang tua. Yang paling berperan penting taktik yang jitu orang tua mereka,” katanya. Di sisi lain, Bima Sakti juga meminta para pemain untuk menyetorkan sejumlah surah Al-Qur’an.
“Kemarin ada yang juara mana Figo. Figo juara tegar juga. Iqbal kemarin 22 surat. Yang juara kita kasih jersey. Terimakasih sekali kepada pemain, semuanya, official, juga karena kami di sini bukan hanya nyuruh, karena kita sebagai orang tua bisanya nyuruh tapi tidak mencontohkan, karena yang paling penting itu kita mencontohkan,” ujar Bima Sakti.
(jqf)