LANGIT7.ID, Jakarta - Juventus menjalani musim 2022/2023 dengan sederet hasil mengecewakan. Setelah kalah di dua laga
Liga Champions melawan Paris Saint-Germain dan Benfica, Juve juga mencatatkan hasil minor di Liga Italia.
Bianconeri hanya mencatatkan dua poin dari tiga pertandingan, dengan rincian imbang 1-1 melawan Fiorentina dan 2-2 melawan Salernitana. Di pertandingan terakhir, Juve malah dipermalukan klub promosi AC Monza dengan skor tipis 0-1, Ahad (18/9).
Baca Juga: Antonio Conte Ada di Turin saat Nasib Allegri DipertaruhkanBerbagai hasil buruk itu membuat nasib
Massimiliano Allegri sebagai pelatih Juventus berada di ujung tanduk. Uniknya, petinggi klub rupanya masih mempertahankan
allenatore asal Italia itu.
Direktur Olahraga sekaligus CEO Juventus, Maurizio Arrivabene, mengungkapkan bahwa pemecatan terhadap Allegri disebutnya tidak tepat dengan situasi klub saat ini. "Mengubah panduan teknis akan benar-benar gila. Hari ini masalah harus dilihat dalam 360 derajat," ujarnya kepada
DAZN, dikutip Selasa (20/9).
"Kami telah keluar dari tahun-tahun sulit yang telah memakan korban, tidak hanya di sepak bola. Membuat ringkasan uji coba tidak membantu klub seperti Juventus untuk bekerja dengan disiplin," sambungnya.
Allegri masih berada di bawah kontrak dengan Juve hingga 2025 mendatang. Juru taktik asal Italia itu menerima gaji 9 juta euro atau setara Rp135 miliar per musim, yang menjadikannya salah satu pelatih termahal di daratan Italia.
Baca Juga: AC Milan Telan Kekalahan Perdana dari Napoli, Begini Respons PioliMemecat Allegri saat ini dianggap bukan solusi tepat karena Juventus harus mengeluarkan biaya yang tidak murah dan berpotensi merugi hingga 250 juta euro. Bahkan, pemecatan bisa saja menimbulkan kebingungan dan mungkin tidak memperbaiki masalah Juventus dalam jangka panjang.
Arrivabene mengatakan bahwa Allegri tak hanya memiliki kontrak dengan Juventus, tapi juga terkait program untuk berkembang selama empat tahun mendatang. Dia pun menyarankan kepada berbagai pihak untuk menyalahkannya di internal bukan kepada Allegri.
"Max tidak hanya memiliki kontrak, dia memiliki program untuk berkembang selama empat tahun, sama seperti saya punya program. Jika ada pelaku yang harus dicari maka pelakunya adalah saya, karena CEO berada di puncak perusahaan dan terserah saya untuk membuatnya (Allegri) bekerja," ucap pria berusia 65 tahun itu.
Lebih lanjut, Arrivabene mengatakan bahwa menuduh satu orang sebagai biang keladi keterpurukan tidak akan menyelesaikan masalah. "Kami membutuhkan kerendahan hati, kejelasan dan tekad. Kami memiliki masalah, menuduh satu orang dan mereka sendiri tidak akan menyelesaikan apa pun. Kami harus bekerja sama dan melihat ke depan," tuturnya.
Baca Juga:
Kalah dari Monza, Juventus Klaim Kartu Merah Di Maria Ubah Segalanya
Juventus Takluk dari Benfica, Allegri Enggan Cari Kambing Hitam
Juventus Gagal Menang dari Salernitana, Bonucci Keluhkan Kinerja Wasit(asf)