LANGIT7.ID, Jakarta - Kontestan Serie A, Juventus, dikabarkan sedang diterpa masalah besar. Sebanyak 16 direktur klub sedang diselidiki oleh Jaksa
FIGC terkait tuduhan pemalsuan dokumen akuntansi dan komunikasi palsu ke pasar.
Dilansir
Football Italia dari
La Gazzetta Dello Sport, Rabu (26/10/2022), Jaksa Turin Anna Maria Loreto mengkonfirmasi penyelidikan awal yang melibatkan anggota dan direktur
Juventus. Mereka adalah presiden Andrea Agnelli, wakil presiden Pavel Nedved, CEO Maurizio Arrivabene dan Fabio Paratici, eks petinggi Juve yang sekarang bekerja di Tottenham Hotspur.
Baca Juga: Pertama Kali dalam 51 Tahun, Tak Ada Hasil Imbang di Laga PembukaLaporan tersebut mengatakan pengacara Juventus dipersilakan memeriksa dokumen dengan semua bukti yang dikumpulkan oleh penyidik. Mereka memiliki waktu 20 hari untuk mengajukan pernyataan pembelaan atau meminta jaksa untuk mendengarkan klien mereka, permintaan yang tidak dapat ditolak oleh hukum.
Pilihan lainnya adalah sama sekali tidak melakukan apa-apa. Tetapi,
Gazzetta menilai hal tersebut sebagai skenario yang lebih kecil kemungkinannya mengingat pada tahap ini jaksa biasanya meminta persidangan setelah 20 hari. Sementara di bidang olahraga, Jaksa FIGC Giuseppe Chine telah menerima dokumen penyelidik.
Seperti diketahui, Juventus dan 10 klub lainnya dibebaskan dari tuduhan menggelembungkan biaya transfer untuk meningkatkan
capital gain pada April lalu. Tetapi jika bukti baru muncul, maka Jaksa FIGC dapat membuka persidangan baru yang melibatkan Nyonya Tua.
Baca Juga:
Panas Ekstrem Landa Italia, Presiden FIGC Tolak Penundaan Kompetisi
Serie A Wacanakan Gelar Kompetisi di AS Selama Piala Dunia 2022(asf)