LANGIT7.ID, Jakarta - PSSI mengingatkan ke klub di Tanah Air untuk ikut menyokong Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF dan Piala Asia 2023.
Ketua Umum PSSI
Mochamad Iriawan mengatakan training center (TC) timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022 dan turnamen internasional tujuannya untuk membentuk timnas yang lebih baik.
"Untuk pemilik klub dan stakeholder, mari kita sama-sama berbuat untuk kepentingan Bangsa dan Negara. Kita bangun Timnas Indonesia yang tangguh," kata Iriawan, Rabu (7/12/2022).
Baca juga: Menpora Sebut Liga 1 Dilanjutkan Demi Kepentingan Timnas IndonesiaIriawan atau biasa disapa Iwan Bule mengatakan Pelatih Shin Tae-yong sudah membuat roadmap terkait TC jangka panjang untuk Timnas Indonesia sebelum kompetisi Liga 1 kembali bergulir.
Bahkan, saat ada jeda kompetisi selama 2 bulan, Shin Tae-yong langsung memperpendek TC Timnas U-20 di Turki dan Spanyol untuk menggenjot performa pemain senior karena jeda kompetisi.
Setelah TC berjalan dan
Pelatih Shin Tae-yong memanggil pemain senior, Pemerintah, Kepolisian dan PSSI sepakat untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 demi keberlangsungan iklim kompetisi pemain sepak bola di Indonesia.
"Dalam rakor yang dihadiri para pemilik klub dari 18 kontestan Liga 1 sudah bersepakat untuk memberikan dukungan sepenuhnya terhadap terbentuknya tim nasional yang tangguh, baik untuk senior maupun untuk tim Indonesia kelompok umur," jelas Iwan Bule.
PSSI dan Pelatih Shin Tae-yong sejatinya sangat memahami jika turnamen AFF itu bukanlah agenda FIFA, terlebih selama ini timnas senior tidak pernah melakukan TC jangka panjang.
Sementara itu, Direktur PT LIB Ferry Paulus menegaskan jika klub tidak akan menghalangi pemain untuk bergabung ke Timnas Indonesia demi membela bangsa dan negara.
"Tanggal 23 Desember sudah kick-off Piala AFF. Teman-teman klub sudah sepakat bahwa mereka tidak menghalang-halangi pemain untuk ke timnas Indonesia, dimana satu klub ada yang dua, ada yang tiga pemain," katanya.
Baca juga: Shin Tae-yong Pernah Dilempari Telur Usai Korsel Tersingkir di Piala Dunia 2018Sebelumnya, sejumlah klub mengaku heran dengan pemanggilan TC Timnas Indonesia saat kompetisi kembali di lanjutkan. Salah satu pelatih yang sempat protes yakni Pelatih Persija Thomas Doll.
Pelatih berkebangsaan Jerman ini heran karena Piala AFF bukan merupakan agenda resmi FIFA. Dengan agenda lebih dari 2 bulan untuk TC dan turnamen Piala AFF klub merasa keberatan karena seharusnya pemain bisa diturunkan di pertandingan Liga 1 yang sedang berjalan.
"Saya tak bisa berkata lebih banyak. Setiap coach di klub pasti marah dengan situasi ini karena pemain mereka diambil sesuka hati, tidak ada komunikasi," ujar Thomas Doll.
(sof)