LANGIT7.ID, Jakarta - PT PLN (Persero) memberikan kado manis bagi masyarakat desa di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) berupa aliran listrik 24 jam untuk 24 desa terpencil. Upaya tersebut, membuat rasio elektrifikasi PLN di Provinsi Kaltim dan Kaltara meningkat menjadi 95,03%.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi, mengatakan dalam hal ini PLN mengeluarkan biaya investasi sebesar Rp47,5 miliar. Hadirnya listrik 24 jam di dua provinsi tersebut diharapkan mendorong produktivitas masyarakat.
"Dengan dinyalakannya 24 desa berlistrik ini, terdapat potensi sambungan pelanggan baru sebanyak 2.378 pelanggan yang tersebar di Kaltim dan Kaltara," kata Agung Murdifi, Jumat (21/8).
Agung menjelaskan bahwa desa berlistrik yang diresmikan kali ini tersebar di 7 kabupaten. Di antaranya 13 desa di Krayan, Kabupaten Nunukan yang terdiri dari Kelompok Desa Terang Baru dan Kelompok Desa Brian Baru serta 1 desa di Kabupaten Tana Tidung yakni Desa Seputuk di Kaltara.
Baca juga:
Investasi Rp 20,6 Milliar, PLN Terangi 2.678 Kepala Keluarga di NTTSelanjutnya di Kaltim terdapat 2 desa di Kabupaten Kutai Timur, yaitu Desa Cipta Graha dan Desa Mukti Lestari; 2 desa di Kabupaten Kutai Barat yaitu Desa Jambu Makmur dan Desa Muara Gusik; 1 desa di Kabupaten Kutai Kartanegara yakni Desa Perian; 4 desa di Kabupaten Paser yaitu Desa Lomu, Desa Riwang, Desa Perapat, dan Desa Sungai Batu; dan 1 desa di Kabupaten Berau yakni Desa Sidobangen, Kelay.
"Kami berkomitmen untuk mewujudkan rasio desa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara 100 persen di tahun 2022," jelas Agung.
Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekda Provinsi Kaltim, Abu Helmi mewakili Gubernur Kaltim, mengapresiasi PLN yang telah bekerja keras mengalirkan listrik ke desa di wilayahnya. Pihaknya mengatakan siap bersinergi untuk mengawal proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
"Kami siap memberikan dukungan penuh, untuk membantu PLN apabila dalam perjalanan mengaliri listrik negeri terdapat kendala di lapangan. Sinergi yang telah terjalin baik harus ditingkatkan demi pemerataan listrik di Kalimantan Timur," ujarnya.
Senada dengan itu, Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Sekretaris Daerah, Suriansyah, juga mengungkapkan terima kasih atas upaya PLN menghadirkan terang hingga desa-desa di Kaltara yang berbatasan dengan negeri jiran Malaysia.
"Kita sama-sama tahu bahwa di Kaltara terdapat desa terdepan, terluar, tertinggal (3T) dan juga Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Keberadaan listrik amat dibutuhkan oleh masyarakat. Maka dengan telah masuknya listrik PLN, masyarakat sangat bersyukur karena kualitas kehidupannya meningkat berkat listrik," ucap Suriansyah.
Warga Desa Krayan, Markus, juga mengungkapkan kegembiraan dengan hadirnya listrik di desa mereka yang berbatasan dengan Sabah Malaysia. Hal ini tentu sangat membantu aktivitas warga, terutama untuk kegiatan belajar anak-anak.
"Sangat senang karena menanti listrik 76 tahun sejak Indonesia merdeka. Sekarang aktivitas masyarakat sehari-hari bisa dilakukan dengan lebih nyaman dan produktif," kata Markus.
Selain menghadirkan layanan listrik 24 jam, PLN juga turut meningkatkan jam nyala 15 Unit Listrik Desa di dua provinsi ini. Diharapkan dengan langkah ini, tidak ada lagi desa yang memilki jam nyala listrik kurang dari 12 jam.
(sof)