LANGIT7.ID, Jakarta - Terdapat 3 cara
menentukan kiblat saat hendak salat tanpa ada penunjuk arah. Metode dasar ini perlu diketahui umat Islam agar ibadah lebih sempurna.
Kiblat umat Islam ke arah Ka'bah di
Masjidil Haram. Saat ini memang sudah ada aplikasi digital untuk memudahkan beribadah, tapi tak ada salahnya mempelajari ilmu menentukan arah kiblat tanpa bergantung teknologi.
Sekretaris Divisi Hisab dan Ilmu Pengetahuan Majelis Tarjih dan Tajdid
PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo Suwarno mengatakan, metode yang sering digunakan dalam pengukuran arah kiblat ada 3 macam.
Berikut 3 cara menentukan
arah kiblat saat salat tanpa ada penunjuk arah:
Baca Juga: 7 Penunjuk Arah Kiblat Karya Astronom Muslim dari Seluruh Dunia1. Memanfaatkan Bayang-Bayang KiblatRahmadi mengatakan, langkah yang perlu ditempuh, yaitu menghitung sudut arah kiblat suatu tempat, menghitung saat kapan matahari membuat bayang-bayang setiap benda (tegak) mengarah persis ke Kakbah.
Lalu terakhir mengamati bayang-bayang benda tegak pada saat seperti dimaksud poin. Kemudian mengabadikan bayang-bayang tersebut sebagai arah kiblat.
2. Manfaatkan Arah Utara GeografisCaranya menghitung sudut arah kiblat suatu tempat, lalu menentukan arah utara geografis (true north) dengan bantuan kompas, tongkat istiwa’ atau teodolit.
Kemudian mengukur poin kedua dengan menggunakan busur derajat, rubu’, segitiga, atau teodolit.
Data yang dibutuhkan dalam proses perhitungan arah kiblat, antara lain lintang tempat (φ), bujur tempat (λ), lintang Kakbah (φk) dan bujur Kakbah (λk).
Untuk lintang dan bujur tempat telah tersedia. Hanya saja daftar tersebut perlu diverifikasi dengan alat kontemporer.
3. Amati Ketika Matahari di Atas Ka'bahMetode ketiga ini dapat dilakukan, tanpa harus mengetahui koordinat (lintang dan bujur) tempat yang akan dicari arah kiblatnya, tetapi cukup menunggu kapan saatnya posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah.
Posisi matahari tepat berada di atas Kakbah akan terjadi ketika lintang Kakbah sama dengan deklinasi matahari, pada saat itu matahari berkulminasi tepat di atas Kakbah.
"Dalam praktiknya, tidak perlu langkah yang rumit untuk menentukan arah kiblat berdasar jatuhnya bayangan benda yang disinari matahari," kata Rahmadi dalam kajiannya dikutip
Langit7, Selasa (3/1/2023).
Pengamat (observer) cukup menggunakan tongkat atau benda lain sejenis untuk diletakkan di tempat yang memperoleh cahaya matahari.
Permukaan yang akan ditempati bayangan harus datar dan rata. Cahaya matahari yang menyinari benda tersebut akan menghasilkan bayangan. Arah bayangan ini merupakan arah kiblat.
(bal)