LANGIT7.ID, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali membeberkan alasannya mencalonkan diri sebagai wakil ketua umum (Waketum) PSSI. Menurut dia, dinamika yang terjadi di dalam organisasi PSSI perlu adanya penanganan serius.
"Saya sudah berpikir dan mendiskusikan itu, saya tidak perlu sebut mereka (pihak yang mendukungnya). Ini harus diurus benar dan harus masuk mengurus itu (PSSI)," ungkap dia di Jakarta, dikutip Rabu (18/1/2023).
"Tapi kan saya sebagai menteri saya harus minta izin ke Presiden, dan sudah diizinkan," imbuhnya.
Zainudin menilai bahwa pemerintah pusat sangat serius untuk membenahi federasi sepak bola Indonesia itu. Dengan tata kelola yang jauh lebih baik, bakal memberi impact positif kepada Timnas yakni dengan memiliki Timnas yang tangguh.
Baca Juga: Bambang Pamungkas dan Ponaryo Astaman Bersaing jadi Waketum PSSI"Pemerintah sangat serius untuk mengurus olahraga, khususnya sepak bola, sampai-sampai Bapak Presiden Joko Widodo mengeluarkan Inpres Nomor tiga Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional, itu artinya kita sungguh-sungguh," ujarnya.
Zainudin memastikan diri sudah memenuhi persyaratan sebelum menerima permintaan voters untuk dicalonkan sebagai wakil ketua umum PSSI. Dia pun menegaskan bahwa proses yang dilaluinya masih panjang untuk terpilih sebagai waketum PSSI.
"Dan itu kan belum tentu terpilih. Kalau terpilih, Insya Allah saya akan serius mengurus sepak bola ini," kata Zainudin.
Sebelumnya, Ketua KP, Amir Burhanuddin mengungkapkan bahwa total Calon Wakil Ketua PSSI bertambah dari 17 menjadi 20. Tiga nama Calon Wakil Ketua PSSI yang baru terdata oleh KP itu ialah Bambang Pamungkas, Gede Widiade, dan Ponaryo Astaman.
"Setelah pengecekan kembali, terdapat nama-nama bakal calon Wakil Ketua Umum dan anggota Komite Eksekutif yang masih ada di dokumen berkas dan masuk di folder spam (mendaftar via email)," ucap Amir Burhannudin.
(zhd)