LANGIT7.ID, Jakarta - Masyarakat diminta mengurangi bicara saat menggunakan masker. Salah satu alasannya karena dapat mencegah timbulnya jerawat di wajah akibat udara pengap.
Hal ini disampaikan dr Susie Rendra. Menurut dia, muncul rasa pengap, keringat di dalam masker menjadi penyebab timbulnya jerawat di area tertutup itu.
"Kurangilah mengobrolnya (berbicara) karena semakin banyak bicara, uap air yang diproduksi banyak, makin panas, makin pengap di dalam masker sehingga risiko jerawatnya makin besar," kata dr Susie.
Jerawat yang muncul di area tertutup masker umumnya berbentuk seperti jerawat pada umumnya yakni berwarna kemerahan, bengkak hingga bernanah.
Selain masalah ini, ada juga dermatitis seboroik atau eksim ketombe yang juga bisa dipicu kondisi pengap dan berkeringat di sekitar masker. Gejala yang bisa dialami yakni kemerahan, ruam di sekitar mulut, dan hidung.
Agar tak terkena dua masalah ini, di samping mengurangi bicara, Anda juga perlu rutin mengganti masker yakni setiap 3-4 jam kali. Sebab pada waktu tersebut, masker cenderung sudah dipenuhi banyak uap air.
Hal lain yang tak kalah penting ialah mencuci muka rutin sebelum mengenakan masker baru. Lakukan hal ini sebelum mengganti masker untuk mengurangi keringat dan kulit mati yang menumpuk.
"Saya prefer pasien bersihkan wajah dengan air suhu normal," kata Susie.
Anda juga sebaiknya tak mengenakan riasan berlebihan saat mengenakan masker, karena semakin tebal riasan, menyebabkan area yang tertutup masker semakin panas dan risiko munculnya jerawat pun lebih besar.
Sumber: Antaranews(bal)