LANGIT7.ID-, Jakarta- - Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuha) Sorong, Papua Barat memiliki 70 persen mahasiswa non-muslim. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebut ini bentuk kampus Krismuha (Kristen-Muhammadiyah).
Komposisi mahasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Unimuda Sorong yang didominasi oleh non-muslim, kata Haedar, menunjukkan bahwa Muhammadiyah media yang cair untuk toleransi, adaptasi, dan akulturasi dalam Bhineka Tunggal Ika.
“Dan 70 persen mahasiswanya saudara-saudara kami, yang secara agama Kristen dan Katolik, penduduk asli Papua. Dan ini bentuk dari kampus Krismuha,” ungkap Haedar, Jumat (24/11/2023) dalam Peresmian RS PKU Muhammadiyah Unimuha Sorong.
“Unimuha (Sorong) termasuk yang mempelopori sepuluh mahasiswa Papua Nugini untuk mendapat beasiswa di UNIMUDA jadi menjalankan apa yang menjadi semangat Bapak Presiden (Joko Widodo),” imbuh Haedar.
Baca juga:
RS Muhammadiyah Pertama di Papua Dibangun di SorongHaedar berharap jumlah mahasiswa dari luar negeri yang menempuh pendidikan di kampus Muhammadiyah terus bertambah. Keberadaan mereka adalah bagian semangat Muhammadiyah mendukung program-program bagus yang dimiliki oleh pemerintah.
“Ini adalah wujud dari Muhammadiyah Berkemajuan. Tetapi kami tidak bisa tanpa Pemerintah, tanpa seluruh komponen bangsa, dan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di bumi Papua ini,” tutur Haedar.
Pada kesempatan ini Haedar juga meminta dukungan kepada semua pihak, supaya Muhammadiyah bisa semakin dan terus bergerak memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan universal tanpa terkecuali.
(ori)