Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Begini Makna Optimis dalam Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah

ahmad zuhdi Sabtu, 04 September 2021 - 18:51 WIB
Begini Makna Optimis dalam Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah
Ilustrasi Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Tanwir Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tanggal 4‒5 September 2021 mengambil tema “Optimis Menghadapi Covid-19 Menuju Sukses Muktamar ke-48”.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir menyampaikan, diksi 'optimis' dipilih dalam tema Tanwir ini, sebab optimis ialah orang yang selalu berpengharapan atau berpandangan baik dalam menghadapi segala hal.

"Orang yang memiliki pikiran tentang masa depan yang baik dan sudut pandangpositif dalam melihat suatu perkara," kata Haedar dalam keterangannya, Sabtu (4/9/2021).

"Narasi optimis dikedepankan agar segenap anggota Muhammadiyah maupun warga bangsa memiliki alam pikiran dan sikap yang baik dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 maupun dalam menghadapai masalah-masalah kehidupan lainnya," ujarnya lagi.

Haedar menuturkan, saat kaum beriman telah menerima pandemi Covid-19 ini sebagai musibah “tha’un” yang berat. Seberat apa pun musibah itu tentu dapat dihadapi dengan sabar dan ikhtiar yang sungguh-sungguh.

Kualitas kesabaran dan kesungguhan berikhtiar benar-benar diuji dalam menghadapi musibah ini sebagaimana peringatan Allah

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan yang bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu” (QS Muḥammad: 31).

"Allah mengajarkan kaum beriman kearifan dalam menyikapi musibah. Agar kuat menghadapi musibah dan masalah hidup yang berat diperlukan fondasi iman yang kokoh sehingga setiap insan mukmin tercerahkan akal budinya," ujarnya.

Karena itu, hendaknya setiap muslim meluruhkan sikap meratapi, mengeluh, saling menyalahkan, dan merasa jatuh diri. Sebaliknya jauhi sikap egois, merasa diri tidak terpapar, menyepelekan, dan mengabaikan wabah sehingga hilang keseksamaan, kewaspadaan, dan kebersamaan.

"Penting disadari pandemi ini merupakan masalah bersama, sehingga siapa pun tidak dapat bersikap sesuka hati karena satu sama lain saling terkoneksi," ujarnya.

Haedar menyampaikan bahwa upaya mengatasi pandemi ini merupakan komitmen dan tanggungjawab bersama.

Konsistensi melaksanakan PPKM, disiplin menjalankan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi, dan berbagai langkah lainnya merupakan keniscayaan dalam mengatasi pandemi ini.

Segala ikhtiar maksimal yang bersifat rasional-ilmiah dan spiritual-ruhaniah harus terus dilakukan sebagai jalan jihad untuk mengakhirinya.

Sebagaimana Allah memberikan jalan lapang bagi siapapun yang bersungguh-sungguh dalam berjuang mengatasi masalah kehidupan sebagaimana firman-Nya:

Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS Al-‘Ankabūt: 69).

"Sikap optimis disertai ikhtiar yang bersungguh-sungguh harus menjadi jiwa, pikiran, dan orientasi tindakan semua orang di negeri ini untuk mengubah keadaan yang buruk dari wabah corona ke situasi yang lebih baik," tuturnya.

Kaum beriman diajarkan Allah, “Innallāha lā yugayyiru mā bi-qaumin ḥattā yugayyirū mā bi-anfusihim”, artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” (QS Ar-Ra‘du: 11).

Optimisme dalam wujud tekad dan ikhtiar untuk berubah juga menjadi niscaya dalam memecahkan persoalan-persoalan umat dan bangsa.

Seberat apa pun masalah yang dihadapi jika semua komponen umat dan bangsa berkomitmen kuat, bersatu, dan melangkah bersama secara sungguh-sungguh maka akan terdapat jalan keluar dari kesulitan.

"Kuncinya ketulusan, kejujuran, keterpercayaan, kecerdasan, dan kebersamaan untuk selalu mencari solusi. Perbedaan setajam apa pun bila semua pihak mau berdialog dan mencari titik temu maka akan ada jalan pemecahan atas segala persoalan umat dan bangsa," ujar Haedar.

Sebaliknya ia menegaskan, manakala saling menjauh, egoistik, tidak saling percaya, saling berebut, keras kepala, khianat, dan dusta bertumbuh di tubuh elite umat dan bangsa maka sulit menemukan jalan bersama menuju kemajuan umat dan bangsa.

Berbekal tekad dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, bersatu, dan optimis maka Allan akan meringankan beban hidup dan membuka jalan kesulitan menjadi kemudahan.

"Surat Al-Insyirāḥ penting dijadikan rujukan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan masalah-masalah kehidupan lainnya yang selama ini menjadi beban berat bersama," ujarnya.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)