LANGIT7.ID-, Jakarta- - Diam-diam ada group band metal asal Garut yang mendunia. Personelnya tiga orang. Ketiganya perempuan. Ketiganya berhijab. Mereka adalah Siti Aisyah (drummer), Virda Kurnia (gitaris dan vocal), dan Widi Rahmawati (bass). Yang terkesan unik, nama group bandnya: VOB (Voice of Baceprot).
Menurut, Marsha—panggilan Virda Kurnia—vokalis band ini, Baceprot adalah Bahasa Sunda yang artinya riuh, banyak bicara atau keseruan.
Yang juga menarik, dalam kesempatan wawancara di sebuah videonya di channel Rhoma Irama, maupun di channel Desta, ternyata grup band yang sedang viral ini, adalah jebolan sekolah madrasah (sekolah Islam) di Banjarwangi, Garut. Nama sekolahnya “Albakiyatusholihah”. Mereka masih berusia 22-23 tahunan.
Bagaimana ceritanya anak-anak madrasah ini, bisa punya group band metal? Menurut Marsha, awalnya mereka bertiga saat di sekolah mengalami kejenuhan, sehingga sering dipanggil guru konseling. Oleh guru konseling, mereka bertiga diberikan bimbingan agar ikut kelompok teater. Namun sayang setelah dilakukan beberapa kali test, ternyata mereka bertiga tidak cocok masuk di kelompok teater. Akhirnya, mereka bertiga diarahkan ke main musik. Menurut pengakuan Siti (drummer), awalnya ia sama sekali tidak memiliki kemampuan bermain drum. Hanya di kelas, kebiasaan yang ia lakukan hanya memukul mukul meja dengan kedua tangannya. Sedangkan Marsha setiap melihat Siti memainkan tangannya dengan mukul mukul meja, ia langsung menyanyi. Begitulah kebiasaan awalnya. Namun, karena sudah bakat, Siti memiliki kemampuan belajar bermain drum secara otodidak. Begitu pun, Marsha selain vocal, ia juga belajar secara otodidak bermain gitar. Hal yang sama juga dilakukan oleh Widi. Ia belajar bermain bass secara otodidak.
Ketiga personel VOB ini, dalam belajar alat musik, mendapat bimbingan dari guru konselingnya secara sederhana. Merekalah yang akhirnya mengembangkan belajar secara otodidak. Mengagumkan. Hasilnya belajar secara otodidak membuat bermain musiknya diakui dunia. Yang juga luar biasa, gadis gadis muda ini, memilih tema tema lagunya bernada social, baik terkait lingkungan, toleransi dan kehidupan sosial lainnya. Group Band VOB ini sudah memiliki album yang terdiri dari 9 lagu karya mereka sendiri. Inilah yang menjadi modal mereka sering mendapat kesempatan diundang untuk tour keliling eropa dan Amerika. Di Eropa, VOB pernah konser di Belanda, Belgia, Perancis, Swiss, Jerman, Denmark dan Inggris.
Di Amerika, VOB tampil di sembilan kota di Amerika. Di Asean, mereka sudah menjalani tour di Malaysia, Taiwan, Thailand, dan juga Hongkong. Mereka sengaja diundang oleh manajemen musik luar negeri untuk menjalani tour, setelah melihat musiknya yang ditayangkan di medsos menjadi viral. Terbukti, jenis musik metalnya dalam setiap konser di luar negeri tersebut sangat dipadati penonton. Baik Siti, Marsha dan Widi sangat bangga karena mereka dalam bermain musiknya sangat dihargai di negara-negara lain. Memang ketika melihat video konsernya VOB di luar negeri, penontonnya luar biasa dan terlihat menikmati penampilan tiga gadis Garut ini.
![3 Gadis Garut Berhijab Metalkan Dunia, Setiap Tour Ditanya Kenapa Berhijab]()
Saat tampil di luar negeri, menurut Marsha, memang sering mendapat pertanyaan kenapa bermain musik harus menggunakan hijab? “Apakah ada yang memaksa kalian?,” kata Marsha menirukan pertanyaan pertanyaan dari wartawan asing yang mewawancarai mereka dalam setiap konser di luar negeri.
Marsha mncoba menjelaskan bahwa penampilannya yang berhijab dalam bermusik bukan karena ada yang memaksa. Ia mengaku sudah terbiasa dari kecil tumbuh di lingkungan beragama. Dari kecil, tiga personel VOB pendidikannya di sekolah agama, sehingga sampai kapan pun, berhijab adalah menjadi bagian dari kehidupan sehari harinya. “Jadi kami bermusik metal tetap dengan berhijab,” kata Marsha yang diamini Siti dan Widi.
Dengan namanya sudah popular dan mendunia, mereka bertiga kini bisa menikmati hasilnya. Mereka bertiga mengaku bisa membahagiakan keluarganya, bahkan kini sudah bisa membuat studio sendiri untuk rekaman.
Awal memulai karier, baik Siti, Marsha dan Widi juga mendapat penentangan dari orangtuanya. Orangtua mereka, punya pandangan yang sama bahwa bermusik itu tidak punya masa depan. Bermusik itu seperti orang pengangguran. “Tapi setelah kami bertiga tampil di TV dan banyak ditonton orang, akhirnya orangtua baru percaya bahwa bermusik itu punya masa depan,” ujar Marsha.
Menurut Marsha, lagu lagu VOB dibuat dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia. tapi, katanya, akan banyak berbahasa Inggris agar lagu lagunya bisa dinikmati masyarakat dunia. Baik Siti, Marsha dan Widi akan konsisten di jalur musik metal karena VOB ingin bisa lebih besar lagi. Untuk obsesi membesarkan VOB agar bisa sejajar dengan group band metal di luar negeri, seperti Metalica, Linkin Park, mereka memilih tidak menikah dulu. “Biar kami bertiga bisa fokus. Lagi pula kami bertiga ini masih anak kecil semua,” kata Siti sambil bercanda.
Dengan munculnya Group Band Metal VOB asal Garut yang ketiga personelnya berhijab, Indonesia menjadi sangat popular di dunia. Sebelumnya penyanyi Putri Ariani yang juga berhijab setelah memenangkan kontes America’s Got Talent, nama Indonesia juga menjadi sangat popular, karena penampilan Putri yang berhijab ini selalu trending di banyak negara. Bahkan terakhir trending di 38 negara. Lagu lagu putri, baik yang hasil ciptannya sendiri maupun hasil kolaborasi dengan DJ Alan Walker, sampai saat ini sangat disukai dunia. Kini bertambah lagi setelah munculnya VOB, gadis gadis berhijab yang memilih karir musik, sangat mempengaruhi dunia. Ini baru the power of music dan the power of hijab.
(lam)