LANGIT7.ID-, Jakarta- - Guru para ulama Nusantara, Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi, nyaris tak tertandingi. Kisah hidupnya ditulis dengan manis dalam sebuah novel biografi.
Karya Khairul Jasmi ini, telah lama juga masuk pasar, bahkan laris, tapi masih kalah oleh buku KJ yang lain, Rahmah el Yunussiyah, pendiri Diniyyah Putri Padang Panjang.
"Iya benar, alhamdulillah laris," kata KJ sapaannya di Padang, Jumat (19/4). Novel biografi ulama besar ini diterbitkan Republika Penerbit. KJ telah menerbitkan beberapa novel biografi ulama Minangkabau di Republika.
KJ, adalah wartawan dan pemimpin redaksi Harian Singgalang, sastrawan dan budayawan di Sumatera Barat.
Ia telah menulis banyak buku dan novel. Tiga di antaranya novel biografi tentang ulama besar Minangkabau, Syekh Sulaiman ar Rasuli, Inyiak Sang Pejuang, Rahmah el Yunusiyyah: Perempuan yang Mendahului Zaman, pendiri sekolah muslimah pertama di Indonesia, Diniyyah Putri, Padang Panjang, Syekh Ibrahim Musa Parabek, Ulama Besar Minangkabau. Terlaris buku Rahmah. Dia juga sudah selesai menulis Rasuna Said dan sudah terbit. Sekarang dalam proses di penerbit, Ruhana Kuddus, wartawati pertama Indonesia dan Secangkir Kopi di Amsterdam, sejarah Tanam Paksa.
![Novel Biografi Syekh Ahmad Katib al Minangkabawi, Kini Jadi Novel Paling Laris]()
Novel biografi Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi ini menguras pikiran saya," jawab KJ ketika ditanya soal karya terbarunya itu.
Bahkan, kata dia, mungkin seberat disertasi, mengingat ia mesti membaca seonggok tinggi buku, yang selama ini nyaris tak dia sentuh bahkan ada yang baru dibeli.
"Saya mencari ke sana kemari, bertanya kepada banyak sarjana Islam dan ulama, bahkan saya bertanya sampai ke Mekkah dan Madinah serta Jeddah,"ungkapnya.
Ahmad Khatib adalah guru para ulama Nusantara, ia bermukim di Mekkah. Asalnya dari Koto Tuo, Balai Gurah, Ampek Angkek Canduang, Agam Sumbar.
Muridnya hampir semua ulama besar Nusantara, seperti pendiri Muhammadiyah Kiyai Ahmad Dahlan yang pahlawan nasional itu.
Pendiri NU, juga pahlawan nasional Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari, Syekh Dr Karim Amrullah ayahnya Hamka, Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Ibrahim Musa dan H. Agus Salim serta sederetan panjang nama lainnya.
Buku setebal 339+ xii halaman ini, tak punya foto untuk cover karena si tokoh memang tak meninggalkan satu foto pun.
(lam)