LANGIT7.ID, Jakarta - Dubai meresmikan
masjid ramah lingkungan berstandar tinggi. Masjid tersebut dapat menampung lebih dari 600 jamaah di area seluas 1.050 meter persegi.
Masjid pertama di dunia yang menerima peringkat platinum bangunan ramah lingkungan diresmikan Dubai Electricity and Water Authority (DEWA).
Leadership for Energy and Environmental Design (LEED v4) dari Us Green Buildings Council (USGBC) dengan 83 poin. Masjid yang berlokasi di Hatta itu dapat menampung lebih dari 600 jamaah di area seluas 1.050 meter persegi dengan standar kelestarian lingkungan tinggi.
"Dalam semua proyek dan inisiatif kami, kami berusaha untuk mengikuti standar keberlanjutan dan efisiensi tertinggi," kata Saeed Mohammed Al Tayer, MD & CEO DEWA.
Baca Juga: 8 Hafidz asal Aceh Lulus Seleksi Awal Calon Imam Masjid UEADilansir Emirates News Agency, Ahad (5/9/2021) Saeed mengatakan, pembangunan Masjid Hatta ramah lingkungan sesuai dengan Rencana Induk Perkotaan Dubai 2040 yang diluncurkan oleh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden, sekaligus Perdana Menteri Dubai.
"Ini juga membantu mencapai visi DEWA untuk menjadi perusahaan inovatif berkelanjutan terkemuka secara global. DEWA bekerja untuk mempromosikan konsep bangunan nol energi yang mendukung pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi tanpa merusak lingkungan dan sumber dayanya," ujarnya.
Dirjen Urusan Islam dan Departemen Kegiatan Amal (IACAD) di Dubai, Dr Hamad Al Sheikh Ahmed Al Shaibani mengatakan, lembaganya berkomitmen untuk melindungi lingkungan. Ini mendukung upaya UEA dalam memerangi perubahan iklim.
"Masjid, yang pertama dari jenisnya di dunia, merupakan contoh perintis untuk mengadopsi praktik keberlanjutan terbaik dan melestarikan sumber daya alam untuk masa depan lingkungan yang lebih baik," katanya.
IACAD melakukan misi berorientasi global yang berfokus pada mempromosikan nilai-nilai Islam moderat, mengembangkan pekerjaan amal dan membangun masjid sesuai dengan praktik terbaik internasional. Peresmian masjid mencerminkan inisiatif terkemuka yang memprioritaskan praktik berkelanjutan dan kesehatan manusia.
Masjid ini terdiri dari menara setinggi 25 meter, parkir mobil dan sepeda motor, dan stasiun pengisi daya hijau. Masjid ini menghemat sekitar 26,5 persen energi dan 55 persen air.
Panel fotovoltaik surya saat ini sedang dipasang dan unit pengolahan air untuk menggunakan kembali air untuk irigasi dan pembersihan.
DEWA mengikuti standar internasional tertinggi untuk memastikan kualitas udara dengan menggunakan perangkat yang sangat efisien untuk pemurnian udara untuk menyediakan lingkungan yang berkelanjutan dan sehat di dalam masjid, dengan bahan daur ulang yang digunakan untuk konstruksi.
(bal)