Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

KKP Temukan Megafauna Langka Terdampar di NTT

Garry Talentedo Kesawa Senin, 06 September 2021 - 19:23 WIB
KKP Temukan Megafauna Langka Terdampar di NTT
Hiu Mulut besar (Megachasma Pelagios) terdampar di Pantai Desa Waiwuring, Flores, NTT (foto: twitter/ @kkpgoid)
LANGIT7.ID, Flores - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) kembali menemukan seekor ikan hiu berjenis hiu mulut besar (Megachasma Pelagios) dalam kondisi mati di Pantai Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tim Respon Cepat BPSPL Denpasar wilayah kerja Provinsi NTT langsung mengunjungi wilayah tersebut untuk melakukan pengukuran morfometri, pengambilan sampel daging untuk uji laboratorium dan DNA, serta sosialisasi kepada masyarakat desa.

"Hasil pengukuran morfometri menunjukkan hiu berjenis kelamin betina, dengan panjang total mencapai 5,4 meter, lebar 85 cm, dengan diameter 154 cm. Tim juga mengambil enam sampel daging yang terdiri dari sirip dada, mulut, sirip ekor, jantung, hati, dan lambung untuk kepentingan uji laboratorium," kata Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso, seperti dikutip Senin (6/9).

Baca juga: KKP Dukung Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi

Menurut Yudi, kemunculan hiu mulut besar diduga karena sedang mencari makanan di perairan sekitar yang berarus kencang dan perairan dalam. Dari identifikasi, terdapat bekas luka gigitan hiu jenis lain, tapi belum bisa disimpulkan dugaan penyebab kematiannya.

"Saat ini musim udang-udangan, ubur-ubur dan plankton diperkirakan sedang terjadi di perairan Selat Boleng. Biasanya banyak paus, lumba-lumba dan ikan-ikan besar kharismatik lainnya yang melintas rentang waktu ini di sekitar perairan tersebut," terangnya.

Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari, mengapresiasi langkah cepat petugas di lapangan. Menurutnya, ikan hiu mulut besar hidup di laut dalam dan memakan plankton, udang-udangan, serta tidak memiliki gigi yang tajam.

"Meski hiu mulut besar bukan merupakan ikan yang dilindungi pemerintah, namun megafauna tersebut sudah sangat jarang ditemukan di perairan Indonesia," ujar Tari.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan