LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di Dortmund yang panas dan berisik, Portugal memastikan diri juara Grup F. Mereka menang telak 3-0 lawan Turki yang kewalahan. Portugal menang besar, tapi bukan karena mereka main hebat. Justru karena mereka nggak perlu ngegas. Rasanya kayak nonton tim orang dewasa main santai lawan anak SD.
Masalah terbesar Portugal di sini? Banyak fans nekat yang ambil kesempatan selfie sama Cristiano Ronaldo. Ada empat orang yang nekat masuk lapangan selama 90 menit. Pertama, anak kecil lucu yang senyum lebar. Kedua, remaja yang kebingungan. Ketiga, bapak-bapak yang bikin malu. Keempat, orang aneh yang lari-lari nggak jelas. Setelah peluit panjang, masih ada dua lagi. Total enam orang!
![Portugal Melaju ke 16 Besar, Silva dan Fernandes Buat Turki Bertekuk Lutut]()
Pasti tim Ronaldo bakal protes ke UEFA. "Klien kami terlalu terkenal buat keamanan kalian." Tapi serius nih, cowok yang paling banyak followers di Instagram ini butuh penjagaan yang jauh lebih ketat. UEFA sama tuan rumah harus segera beresin kekacauan ini. Selain bikin jengkel, ini juga bahaya. Mungkin Ronaldo perlu bodyguard khusus yang bawa senjata setrum.
Portugal bisa main santai sebagian besar pertandingan. Ini bukti formasi mereka solid banget. Kuat di semua posisi, kontrol bola di tengah lapangan mulus banget. Habis pertandingan, Martínez bilang tugasnya adalah "nyeimbangin bakat individu sama taktik yang fleksibel". Dia juga cerita betapa senengnya para pemain, betapa semangatnya mereka karena dukungan fans. Kedengerannya beda banget sama tim lain yang lagi seret ya?
Banyak komentator Inggris yakin banget tim mereka punya bakat yang bikin iri dunia. Padahal Portugal punya tim yang lebih kuat di tiap posisi, lebih seimbang, punya gaya main khas Portugal. Mereka nggak perlu bikin taktik dadakan kayak pelatih Inggris. Portugal bakal susah banget dihentikan nih.
![Portugal Melaju ke 16 Besar, Silva dan Fernandes Buat Turki Bertekuk Lutut]()
Stadion BVB Dortmund keliatan aneh pas kick-off. Merah di mana-mana. Ini stadion paling industrial di Rhine-Ruhr, atapnya dari logam lancip kayak pintu pesawat alien yang jatuh. Pusat kota Dortmund rame banget, kebanyakan turis Turki-Jerman. Kadang berasa kayak Turki yang jadi tuan rumah.
Vincenzo Montella ganti empat pemain, yang paling mencolok nggak mainnya Arda Guler si remaja super. Turki main agresif di awal, nyerang lewat sayap. Tapi 10 menit kemudian, Portugal langsung ambil alih.
Montella bilang Turki bakal bikin Portugal frustrasi dengan ngehentiin penguasaan bola mereka. Sayang, nggak mempan. Portugal gampang aja rebut bola. Vitinha main ciamik, pengatur serangan kelas atas. Bernardo Silva lagi-lagi jadi pelumas tim, bikin semua elemen jalan mulus.
Ronaldo sibuk di awal pertandingan. Kadang dia masih nunjukin skill lamanya. Menit ke-14, dia di pinggir lapangan hadapi Zeki Celik, bek kanan Turki. Satu gerakan tipuan, ganti kaki, Celik langsung jatuh, umpan silang udah meluncur.
![Portugal Melaju ke 16 Besar, Silva dan Fernandes Buat Turki Bertekuk Lutut]()
Gol pertama di menit 21 bener-bener gol khas Portugal. Berawal dari tekel keras Pepe yang bikin lawannya kesakitan.
Bola dioper ke kiri. Rafael Leão kasih bola ke Nuno Mendes yang lagi lari. Umpan silangnya pas banget buat Silva, yang punya waktu buat nendang keras ke pojok gawang. Mantap!
Menit 28, Portugal cetak gol kedua. Lagi-lagi gol khas Portugal. Ronaldo sempet ngambek gara-gara João Cancelo salah umpan. Samet Akaydin santai balikin bola ke kiper Altay Bayindir, yang udah keburu lari keluar. Bola meluncur masuk gawang kosong.
Turki main lebih agresif di babak kedua. Tapi Vitinha udah pegang kendali permainan. Bruno Fernandes bikin gol ketiga di menit 56. Berawal dari umpan lambung sederhana ke Ronaldo yang lagi lari, memanfaatkan pertahanan Turki yang berantakan.
Ronaldo ngelakuin aksi mengecoh yang keren. Bukannya nembak, dia malah ngasih bola ke Fernandes yang nggak dijaga. Tinggal dorong bola ke gawang deh. Nggak heran Bayindir keliatan bingung.
Assist itu bikin Ronaldo jadi pemain dengan assist terbanyak di Euro. Martínez bilang itu momen "yang harus ditunjukin di semua akademi sepakbola dunia". Agak lebay sih. Portugal merayakan dengan pelukan panjang yang bikin lawan down. Kayak bilang, "Iya, kami bakal kuasai bola sampai matahari terbenam. Pertandingan udah selesai kok."
(lam)