LANGIT7.ID-, Jakarta- - Italia membuktikan mereka tidak bisa diremehkan di Piala Eropa 2024. Dalam pertandingan melawan Kroasia, drama terjadi di menit-menit akhir. Stadion penuh suporter Kroasia siap merayakan kemenangan, tapi Italia mengubah segalanya.
Luka Modric nyaris menjadi pahlawan Kroasia. Dia gagal mengeksekusi penalti, namun segera menebus dengan gol spektakuler. Sayangnya, itu tidak cukup untuk membawa timnya melaju.
Di sisi lain, Italia terus menyerang tanpa hasil sepanjang pertandingan. Saat harapan mulai pudar, Riccardo Calafiori dari Bologna membuat terobosan penting. Dia menembus pertahanan Kroasia dan mengoper ke Mattia Zaccagni yang bebas. Tendangan melengkung Zaccagni di menit-menit terakhir membawa Italia lolos secara dramatis.
Meski menang, Italia harus meningkatkan permainan mereka jika ingin mengalahkan Swiss di babak 16 besar. Mereka hanya unggul selama 15 menit di babak pertama, sementara Kroasia lebih dominan setelah turun minum. Namun, kemenangan dramatis ini bisa memberi Italia momentum penting. Pelatih Luciano Spalletti tetap optimis dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Bagi Modric, ini mungkin menjadi pertandingan internasional terakhirnya. Di usia hampir 39 tahun, dia mencetak rekor sebagai pencetak gol tertua Piala Eropa. Namun, kekalahan ini bukan akhir yang dia inginkan untuk karirnya yang cemerlang.
Pertandingan berjalan ketat dengan kedua tim saling menyerang. Kroasia mengancam sejak awal lewat tembakan Sucic. Permainan Gvardiol dan Modric juga memukau penonton. Italia mencoba mengubah formasi ke 3-5-2, tapi tidak terlalu efektif.
Gol Modric sempat memberi harapan Kroasia. Namun, gol Zaccagni di akhir pertandingan membalikkan keadaan. Kroasia masih punya sedikit peluang lolos jika hasil pertandingan lain menguntungkan mereka. Kemenangan besar Inggris atas Slovenia bisa memberi mereka harapan tipis.
Modric belum memutuskan masa depannya di timnas. Tampil di Piala Dunia di usia 40 tahun akan jadi prestasi luar biasa jika dia melanjutkan karir internasionalnya. Saat dia diganti di menit ke-80, kemenangan Kroasia terlihat di depan mata. Namun takdir berkata lain, dan ini mungkin menjadi penampilan terakhir sang maestro untuk negaranya.
Pertandingan ini menunjukkan betapa dramatisnya sepak bola dapat berubah dalam hitungan detik. Italia berhasil lolos berkat kegigihan mereka, sementara Kroasia harus menelan pil pahit kekalahan di menit-menit akhir.
(lam)