LANGIT7.ID-London; Para petenis unggulan yang tampil di putaran pertama di event super bergengsi, wimbledon, London, berhasil memenangkan laga perdananya dan melaju ke babak kedua. Petenis nomor 1 dunia, asal Italia, Janick Sinner menang melawan Yannick Hanfman asal Jerman dengan score akhir 6-3,6-4,3-6, 6-3. Sementara petenis nomor 3 dunia, Carlos Alcaraz juga menang melawan petenis muda rengking 191 dunia asal Estonia, Mark Lajal dengan score akhir 7-6(7-3),7-5,6-2. Namun kemenangan Alcaras ini diperoleh dengan kerja keras karena lawannya yang seusia melakukan perlawanan yang seimbang sehingga sering merepotkan peraih 4 grand slam. Bahkan Alcaraz dipaksa jatuh terguling dan raket terlempar hanya untuk menghadang pengembalian bola Mark Lajal yang menyamping keras dengan posisi yang sulit dijangkau.
Yang juga menarik, Mark Lajal berhasil mengundang perhatian penonton, selain mampu bersaing dengan Alcaras di lapangan rumput, Mark tampil dengan gaya yang unik. Mark menguncir rambutnya yang terkesan gimbal bercat putih menjulang ke atas. Mark benar benar mencoba mencari ingin memberi surprise penonton.
Sementara petenis putri tuan rumah yang sedang menjadi pusat perhatian, Emma Raducanu juga menang, meskipun di game awal sempat tertinggal dan bisa mengejar hingga mengakhiri dengan tie break yang sempurna. Score akhir Emma Raducanu melawan Zarazua asal Mexico 7-6(7-0), 6-3.
![Sinner, Alcaraz Sempat Terpelanting, Emma Maju ke Putaran Kedua]()
Jannik Sinner meskipun berhasil lolos ke babak kedua Wimbledon, ia memenangkan tidak dengan mudah.
Pertandingan ini menjadi tantangan bagi Sinner, karena ia harus kehilangan satu set dan servis pertamanya goyah. Lapangan rumput memang membuatnya sulit menjaga keseimbangan, tetapi ia berhasil mengatasinya.
"Saya sangat senang bisa lolos ke babak kedua," kata Sinner dalam keterangan resminya. "Lawan saya (Yannick) bermain sangat baik, terutama dalam servis," ujarnya menambahkan.
Selanjutnya, Sinner akan menghadapi Matteo Berrettini, finalis Wimbledon 2021 yang juga kawan senegaranya. Sinner tahu tantangan besar menantinya dan berharap bisa meningkatkan permainannya.
"Itu pertandingan yang sulit, itu pasti. Dia pernah bermain di final di sini," katanya.
Duel antara Sinner dan Yannick menjadi sorotan. Jannik Sinner adalah petenis nomor satu dunia, sementara Yannick Hanfmann jauh di peringkat 109.
Yannick bermain agresif dan sempat membuat Sinner kewalahan. Servisnya yang kuat dan pukulan backhand yang akurat memberi tekanan pada Sinner.
![Sinner, Alcaraz Sempat Terpelanting, Emma Maju ke Putaran Kedua]()
Sinner sempat terpeleset dan mencederai pinggulnya, mengingatkan pada cedera yang membuatnya absen di beberapa turnamen. Namun, ia bangkit dan kembali mendominasi pertandingan.
"Saya bisa bermain lebih baik di babak berikutnya. Saya punya waktu satu hari untuk beristirahat dan berlatih," katanya.
Ketegangan semakin meningkat saat pertandingan memasuki set keempat. Atap stadion ditutup karena cahaya mulai redup, memberikan waktu bagi Sinner untuk fokus kembali.
Dengan mengurangi kesalahan dan memanfaatkan peluang, Sinner mendapatkan break awal di set keempat. Ia memimpin 3-1 dan tidak pernah melihat ke belakang.
Kemenangan ini memastikan tempat Sinner di babak kedua Wimbledon. Meski tidak mudah, Sinner tetap optimis menghadapi tantangan berikutnya melawan Berrettini (*/independent).
(lam)