LANGIT7.ID-Bekasi; Tim Kartini PT PHC (Panasonic Health Care) Indonesia melakukan kunjungan ke Masjid Baitul Makmur, di Komplek Perumahan Telaga Sakinah, Telaga Murni, Cikarang Barat, Minggu(7/7/2024). Kunjungan ini dalam rangka ingin belajar banyak dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baitul Makmur yang dinilai sukses menciptakan ekosistem ramah lingkungan.
Kunjungan tim Kartini PT PHCI yang dipimpin , Associate Director Personel General Affair and Information Technology, Faqih Rusdiana, diterima oleh Ketua DKM H.Muhamad Suhapli dan Asep Setiadi. Dalam kunjungan ini, tim Kartini PT PHC mendapat penjelasan banyak hal dari H.Muhamad Suhapli tentang pengelolaan sistem ramah lingkungan.
Kegiatan ramah lingkungan yang saat ini dimanage oleh Masjid Baitul Makmur, meliputi gerakan bank sampah, dan sedekah sampah dengan tim Pajero (pasukan jemput rongsokan). Hasil dari gerakan bank sampah dan sedekah sampah ini hasilnya bisa dimanfaatkan untuk biaya operasional masjid.
Selain itu, sebagian hasil lainnya juga dimanfaatkan untuk membantu masyarakat tidak mampu melalui ATM beras.
Dalam penjelasannya kepada langit7.id, Faqih menyatakan, tim Kartini PHC juga mendapatkan penjelasan tentang bagaimana Masjid Baitul Makmur memanfaatkan dan mengelola bekas air wudhu. Selain itu, juga dijelaskan tentang manajemen penghematan pengunaan air untuk berwudhu serta pemakaian sabun tanpa zat kimia.
Yang tidak kalah menarik, menurut Faqih, dalam pertemuan dengan DKM Masjid Baitul Makmur, tim Kartini PHC mendapatkan wawasan baru tentang cara menanamkan budaya merawat lingkungan. Pengenalan budaya tersebut dilakukan dengan memberikan pelajaran kepada anak-anak yang mengaji di Masjid Baitul Makmur dengan berbagai macam kegiatan yang dalam pelaksanaannya bekerjasama dengan tujuh sekolah di sekitar lingkungan masjid.
Dijelaskan Faqih, Masjid Baitul Makmur memang pantas dijadikan benchmark dalam membangun budaya ramah lingkungan, karena memiliki fasilitas pendukung yang lengkap. Salah satunya saat ini, Masjid Baitul Makmur, memiliki fasilitas Eco-Edu Park yang kontennya cukup lengkap. Untuk memberikan pelajaran tentang ramah lingkungan kepada pelajar sekolah maupun masyarakat, memang cukup diajak masuk ke area Eco-Edu Park. Saat berada di area hijau yang luas ini, tentu pelajar dan masyarakat yang berkunjung bisa mendapatkan gambaran secara langsung betapa pentingnya sebuah lingkungan yang ramah. Selain itu, saat berada di Eco-Edu Park, juga bisa berimajinasi tentang sebuah lingkungan yang sehat dan produktif.
“Jadi kami dari PT PHC setelah datang ke Masjid Baitul Makmur ini dapat banyak ilmu dan wawasan baru yang bisa diadop oleh tim Kartini PT PHC,” ujar Faqih.
Menurutnya, PT PHC Indonesia yang dulu dikenal sebagai PT Panasonic Healthcare Indonesia, dalam rangka melaksanakan kebijakan korporasi untuk berperan aktif dalam kampanye global sangat berkepentingan mencari benchmark dalam kampanye lingkungan yang hijau dan ramah. Saat ini, konsep kebijakan dalam lingkup holding PHC tentang kampanye global mengenai lingkungan yang dikenal dengan sustainable developments goals (SDGs) disederhanakan lagi. Dari penyederhanaan ini, sekarang mulai dikenalkan menjadi gerakan environment, social and governance (ESG).
Gerakan tersebut bertujuan agar semua business unit yang tergabung dalam PHC holding corporation termasuk PT PHC Indionesia, bisa berkontribusi dalam mengatasi masalah lingkungan, permasalahan sosial dan kepatuhan terhadap aturan.
“Untuk itu PT HCI telah merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan yang ramah lingkungan,” katanya (*/saf)
(lam)