LANGIT7.ID-Jakarta; Negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia, seperti Amerika Serikat atau Tiongkok, merupakan mayoritas gudang para jutawan. Namun negara mana saja yang memiliki pertumbuhan populasi jutawan paling cepat?
Bagan ini menunjukkan pertumbuhan populasi jutawan menurut negara antara tahun 2013 dan 2023, menggunakan data dari New World Wealth, sebagaimana dirinci dalam Laporan Migrasi Kekayaan Swasta Henley 2024.
Secara khusus, laporan ini melacak individu-individu dengan kekayaan bersih tinggi (HNWI) yang memiliki kekayaan likuid yang dapat diinvestasikan sebesar $1 juta USD atau lebih. Angka tersebut dibulatkan ke ratusan terdekat dan mewakili jumlah penduduk setiap negara pada Desember 2023.
Negara-negara berkembang seperti Vietnam menempati peringkat teratas Meskipun Amerika Serikat masih menjadi pemimpin dengan jumlah jutawan lebih dari 5,4 juta orang, negara-negara berkembang seperti Vietnam, Tiongkok, dan India mengalami tingkat pertumbuhan tercepat.
Populasi jutawan di Vietnam, khususnya, telah melonjak sebesar 98% selama dekade terakhir, yang mencerminkan pesatnya perkembangan ekonomi negara tersebut. Sementara itu, Tiongkok dan India telah menciptakan ratusan ribu jutawan baru, memperkuat posisi mereka sebagai pemain utama dalam lanskap kekayaan global.
Meskipun tingkat pertumbuhannya tidak terlalu besar yaitu sebesar 62%, Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah jutawan terbesar di dunia. Tiongkok hampir mencapai satu juta jutawan, dan menjadi negara kedua yang mencapai angka tersebut setelah Amerika Serikat.
Tingkat pertumbuhan Vietnam yang luar biasa sebesar 98% merupakan hal yang menonjol, terutama mengingat pemerintahannya yang komunis dan basis jutawan yang awalnya rendah. Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan perekonomian negara tersebut saat ini dan menunjukkan tren peningkatan yang berkelanjutan dalam akumulasi kekayaan.
Sebaliknya, Inggris Raya mengalami sedikit penurunan populasi jutawan selama dekade terakhir. Faktor-faktor seperti Brexit dan ketidakpastian ekonomi lainnya turut berkontribusi terhadap penurunan ini, sehingga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh negara-negara maju
Negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Afrika Selatan mengalami penurunan populasi jutawan, sebagian disebabkan oleh emigrasi dan ketidakstabilan ekonomi. Perjuangan Nigeria dalam menghadapi devaluasi mata uang semakin berdampak pada kelas kaya di negara tersebut, sementara Afrika Selatan mengalami penurunan populasi jutawan sebesar 20%.(*/saf/isualcapitalis)
(lam)