LANGIT7.ID-Riyadh; Sampai saat ini, Arab Saudi belum mengonfirmasi apakah mereka ingin bergabung dengan aliansi BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan). Pihak Arab sendiri sudah menunda keputusan tersebut selama lebih dari setahun.
BRICS, sebuah organisasi yang didirikan antar pemerintah lima negara tersebut, mengundang Arab Saudi untuk bergabung dengan blok tersebut pada KTT tahun 2023 dan Kerajaan tersebut belum merasa menerima undangannya dan juga belum memberikan jawaban.
Meskipun pihak Kerajaan belum memutuskan BRICS, raksasa minyak milik negara Arab Saudi, Aramco, mulai menerbitkan obligasi dalam mata uang dolar AS.
Obligasi ini hanya ditujukan untuk investor institusi. Penerbitan ini dikelola oleh bank-bank terkemuka Amerika seperti Citi, Goldman Sachs, JP Morgan, HSBC, Morgan Stanley, dan SNB Capital, antara lain. Oleh karena itu, Arab Saudi bekerja sama dengan bank-bank institusi AS untuk obligasi dalam mata uang dolar sambil menghentikan sementara undangan BRICS.
![Arab Saudi Masih Ragu BRICS: Apa yang Ditunggu Kerajaan?]()
Aramco mengonfirmasi obligasi berdenominasi dolar AS tersebut akan memiliki minimum pemesanan sebesar $200.000 sebagai harga penawaran dasar. Obligasi dolar AS dari Aramco Arab Saudi datang pada saat BRICS memulai inisiatif de-dolarisasi. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak menginginkan de-dolarisasi, karena perekonomiannya tumbuh subur dengan bantuan dolar AS.
Obligasi dalam mata uang dolar AS akan mulai diterbitkan pada 9 hingga 17 Juli 2024, dan jumlahnya bisa lebih dari $12 miliar. Pemesan bersama antara lain adalah Abu Dhabi Commercial Bank, BofA Securities, dan Emirates NBD Capital Limited. Bank-bank ini akan bekerja sama dengan lembaga dana AS untuk memproses obligasi dolar AS dengan lancar. Langkah ini menunjukkan bahwa Arab Saudi mungkin menolak undangan BRICS karena ingin dolar AS mengalir ke perekonomiannya
Namun, yang jelas Arab Saudi belum memastikan secara resmi apakah ingin bergabung dengan BRICS atau menolak undangan tersebut. Kita harus menunggu dan menantikan pernyataan resmi dari Kerajaan mengenai keputusannya untuk bergabung dengan aliansi tersebut.(*/saf/arabnews)
(lam)