LANGIT7.ID-Jakarta; Kalau tidak punya modal, pengusaha tidak bisa jualan. Betul? Modal bisa berupa apa saja, integritas, kepercayaan dan keberanian.
Sedangkan modal utama seorang pengusaha yang beriman adalah kesholehannya. Yup, kesholehan adalah modal utama bagi pengusaha sejati.
Orang sholeh akan lebih hati-hati dalam melangkah karena ada rasa khouf (takut) pada Rabb-nya.
Orang sholeh jarang kecewa dengan penolakan karena ada sifat roja' (harapan) pada Rabb-nya.
Orang sholeh jarang sekali bersedih hati karena ada sifat mahabbah (cinta) kepada Rabb-nya.
Jika ketiga sifat ini terkumpul pada diri seseorang maka dunia akan tunduk kepadanya.
Mau memulai usaha? Tidak banyak perhitungan, tidak banyak insecure. Bukan nekat tapi bertekad, karena dia tahu punya Allah Maha Hebat.
Mau memulai usaha? Dia sangat hati-hati memilih jenis usaha yang akan dijalani. Bisnis halal jadi harga mati, bukan hanya karena produknya yang disukai.
Saat merintis usaha? Doa pada Rabb-nya tidak banyak, hanya minta diberi kekayaan yang berlimpah, halal dan berkah.
Sebab dia takut mendapat harta dari sumber yang haram dan tidak jelas, meskipun terlihat indah. Karena dia tahu, harta yang haram pasti jadi sumber musibah.
Laa haula walaa quwwata illaa billaah.
Saat punya mitra bisnis? Pengusaha sejati akan membimbing mereka dengan setia dan penuh cinta. Dia tahu, cinta terhadap saudaranya bisa menjadi penyelamat dan berpeluang membawa ke surga.
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah swt. Sungguh, Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. At-Taubah: 71)
Saat menuliskan impian? Pengusaha sejati mendahulukan kepentingan Allah dan Rasul-Nya. Dia tidak akan menggunakan hartanya untuk dirinya dan keluarganya saja.
Impian mobil mewah, untuk memuliakan orang-orang yang lebih mulia dari dirinya. Ada orang tuanya, gurunya dan para ulama yang menjadi panutannya.
Impian rumah lega, untuk menjamu tamu agar nyaman ketika datang berkunjung. Untuk tempat bermajelis yang sarat akan ilmu.
Impian haji atau umrah, tentu saja demi menunaikan kewajiban sebagai seorang hamba. Bukan menyengaja untuk wisata dan memenuhi memori handphone dengan foto-foto tak bermakna.
Impian lepas dari hutang, karena dia tahu Nabi mengajarkan doa agar terlepas dari lilitan hutang yang mengganggu. Apalagi jika hutang itu riba.
Pengusaha sejati yang bermodalkan kesholehan dalam dirinya insya Allah mendatangkan rahmat bagi dirinya dan anak keturunannya.
Bahkan ketika rasa khawatir akan kehidupan anak keturunannya di masa depan, pengusaha sejati tahu Allah akan menjaminnya. Asalkan mau bertakwa dan menjaga perkataan yang baik.
"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar." (QS. An-Nisa: 9)Itulah modal utama bagi pengusaha sejati!(komunitas percepatan rezki)
(lam)