LANGIT7.ID-Kuala Lumpur; TransNusa menjadi maskapai penerbangan pertama yang menawarkan warga Malaysia pilihan untuk terbang ke Jakarta dari Bandara Sultan Abdul Aziz Shah yang baru dibangun kembali, yang dikenal sebagai Bandara Subang.
Dalam pernyataannya hari ini, CEO grup Datuk Bernard Francis mengatakan penerbangan Jakarta-Subang memberikan opsi kepada calon penumpang di Malaysia untuk terbang dari Bandara Subang ke Jakarta, selain Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
Fransiskus mengatakan, TransNusa penerbangan 8B 699 akan mengoperasikan penerbangan terjadwal setiap hari dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Subang pada pukul 16.10, sedangkan penerbangan 8B 698 akan berangkat dari Bandara Subang pada pukul 19.30.
TransNusa akan menggunakan pesawat berbadan sempit A320, yang memiliki 174 kursi, untuk melayani penerbangan terjadwal dua jam dan harga bersaing mulai RM299.
Paus Fransiskus menjelaskan, meski TransNusa telah meluncurkan rute baru ini, maskapai tersebut tetap mengoperasikan tiga penerbangan terjadwal setiap hari dari Jakarta ke KLIA dan empat penerbangan berjadwal setiap minggu dari Jakarta ke Johor Bharu.
“Sebagai maskapai penerbangan premium, prioritas utama kami adalah memberikan penumpang kami tidak hanya kenyamanan, keamanan dan pengalaman yang baik tetapi juga pilihan alternatif dan harga yang kompetitif.
Oleh karena itu, kami akan terus berupaya menyediakan rute baru yang kreatif bagi penumpang dan mengakomodasi kebutuhan mereka untuk menghemat waktu, memiliki sebanyak mungkin pilihan, mendapatkan pengalaman nyaman dan ketenangan pikiran saat bepergian, katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia Manoharan Periasamy mengatakan maskapai ini telah berkembang dan memberikan kontribusi berharga bagi industri pariwisata di Malaysia sejak diluncurkan kembali pada tahun 2022 dengan menawarkan penerbangan tambahan dan kompetitif kepada penumpang Indonesia ke Kuala Lumpur.
“Kami mengantisipasi TransNusa akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap sektor perjalanan dan pariwisata di kedua negara,” tambahnya.
TransNusa yang terpaksa menutup operasional bisnisnya pada September 2020 akibat dampak pandemi Covid-19 terhadap industri penerbangan, mulai beroperasi kembali setelah adanya suntikan pemegang saham baru dan tim manajemen yang dipimpin oleh Francis pada Oktober 2022.
Dalam waktu enam bulan, maskapai ini memperkenalkan rute internasional pertamanya antara Jakarta dan Kuala Lumpur dan merayakan hari jadi pertama rute ini pada 14 April 2024.
Francis mengatakan ketika Transnusa diluncurkan kembali, mereka memulai dari bawah lagi tanpa pesawat atau peta jalan yang harus diikuti, sehingga Transnusa menciptakan kembali dan menyesuaikan operasi bisnis dan model strategi berdasarkan skenario pascapandemi.(*/saf/straitetimes)
(lam)