LANGIT7.ID-Anda tidak perlu lagi sulit-sulit menghubungi perusahaan China atau Jepang secara langsung jika berurusan dengan gas medis beserta seluruh instrument-nya. Termasuk dan tidak terbatas pada design engineering dan instalasinya. Cukup Kontak PT Mekar Abadi Pratama (MAP).
MAP telah dipercaya Komatsu Jepang untuk melakukan pekerjaan design & engineering pada teknologi gas medis untuk memenuhi kandungan lokal seperti yang dipersyaratkan oleh Pemerintah Indonesia. Hingga memperolah sertifikat kelayakan yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan.
MAP mempunyai komitmen untuk memberikan kepuasan pelanggan dengan upaya memberikan harga yang baik, kualitas equipment yang memenuhi qualifikasi dari Departemen Kesehatan, serta waktu pemasokan yang tepat.
![Kisah Sukses Saudagar Muhammadiyah Yang Sempat Kerja Srabutan]()
Dari rekam jejak yang baik itu, beberapa group rumah sakit besar telah mempercayakan pemasangan dan pemeliharaan instalasi gas medisnya pada MAP. Bahkan group rumah sakit Hermina di seluruh Indonesia telah memberikan kontrak kerja pemeliharaan dan pengembangan jangka panjang untuk urusan gas medisnya.
Siapa pemilik group MAP? Dia adalah Drs. Bakir Nurhadi, seorang aktivis Muhammadiyah yang saat ini dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bekasi periode 2022 - 2027. Bakir juga sekaligus Chairman dari perusahaan tersebut. Sementara untuk Chief Oporating Officer (COO)-nya, yang mengurusi operasi perusahaan sehari-hari, telah diserahkan kepada anak pertamanya, Gilang Putra Pradana, SE.
![Kisah Sukses Saudagar Muhammadiyah Yang Sempat Kerja Srabutan]()
Bakir Nurhadi merintis bisnis ini mulai dari bawah. Bahkan bawah sekali. Berbekal ijazah SMU, Bakir muda mempertaruhkan masa depannya di Jakarta. Sambil menunggu panggilan kerja, Bakir mempertahankan hidup dengan kerja serabutan pada sebuah Kontraktor. Beberapa tahun kemudian, meningkat menjadi supir pribadi.
Pada saat menjadi supir inilah, Bakir muda berkesempatan kuliah. Mengambil jurusan bahasa inggris. Dengan bekal Sarjana yang baru saja diperoleh, serta kemampuannya dalam bahasa inggris, Bakir muda diterima sebagai Sales pada perusahaan BUMN di bidang perdagangan gas. Tepatnya di gas medis.
Keuletan dan keberaniannya dalam berkompetisi, bernegoisasi, membentuk jaringan distribusi, dan sebagainya, membuat Bakir muda berprestasi dalam lingkungan kerjanya. Dia mahir dalam merencanakan penjualan, 6mengorganisasi jaringan kerja, sampai melakukan eksekusi.
Bersamaan dengan prestasinya di lingkungan kerja, Bakir muda mulai berpikir untuk mendirikan perusahaan sendiri. Dari sinilah cikal bakal MAP berdiri. Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang semula dikelola di garasi rumah, kini menjelma menjadi perusahaan besar. Bahkan, kini mampu mengambil langkah korporasi strategis berpartner dengan perusahaan Jepang, Komatsu Corporation. MAP secara kontinu berproses untuk maju ke depan. Melalui anak perusahaannya, PT Putra Medikaltek Indonesia, sedang mengembangkan model baru ruang operasi pada rumah sakit.
Tentu bukan ruang operasi biasa seperti yang anda jumpai di rumah sakit saat ini. Bukan memakai dinding tembok dilapis semen yang dicat epoxy. Ruangan operasi dibuat dengan dinding dan atap khusus. Bersih karena mudah dibersihkan. Kelembabannya bisa dikontrol sehingga lebih higienis. Kedap suara.
Ruang operasi itu adalah hasil kerjasama penelitian antara Akademisi Universitas Islam Indonesia (UII) dengan MAP. Dinding dan atapnya memakai panel sandwich: terdiri dua lapis plat baja yang di dalamnya berisi isolasi rockwool. Bagian sisi luar dari plat baja dicat memakai bahan epoxy.
![Kisah Sukses Saudagar Muhammadiyah Yang Sempat Kerja Srabutan]()
Fungsi dari rockwool adalah ini: mengatur kelembaban udara; mencegah perpindahan kalor; dan bersifat kedap udara. Bakir Nurhadi, sang Pemilik Perusahaan, dengan bangga mempresentasikan hasil penemuannya ini bersama akademisi UII. Kini, anaknya sudah lebih mampu dari pada dirinya. Sehingga secara pelan, dia akan melepaskan jabatan apapun di perusahaannya. Kecuali Komisaris.
Saat ini dia sedang menyelesaikan kuliahnya pada Magister Managemen. Rencananya akan diteruskan ke jenjang S-3. Supaya lebih "berisi" dalam mengabdi di Muhammadiyah. Untuk urusan bisnisnya, memang masih ada satu impian yang belum berhasil dicapainya. Yakni: mengabdi pada rumah sakit yang dimiliki Muhammadiyah melalui kontrak kerja dengan keuntungan yang akan dibagi untuk kepentingan Muhammadiyah. Semoga impian itu akan segera tercapai...!
Salam (Nurkhamid Alfi)
(lam)