LANGIT7.ID-, Jakarta- - Federasi Sepakbola China (CFA) baru saja mengumumkan sanksi tegas terhadap 38 pemain yang terlibat dalam kasus pengaturan skor. Skandal ini terbongkar menjelang pertandingan penting melawan Tim Nasional Indonesia dalam rangka Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Berdasarkan laporan South China Morning Post, praktik curang ini telah berlangsung selama beberapa tahun, dengan puncaknya terjadi pada musim 2021 dan 2022. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 120 pertandingan di Liga Super China dan Liga 2 China terindikasi telah dimanipulasi, melibatkan 41 klub berbeda.
Hukuman yang dijatuhkan kepada para pelaku bervariasi, mulai dari larangan bermain selama dua tahun hingga sanksi seumur hidup. Tindakan tegas ini diambil sebagai upaya membersihkan citra sepakbola China yang kian terpuruk.
Ironisnya, skandal ini terungkap di tengah performa mengecewakan Tim Nasional China di kancah internasional. Setelah sempat berjaya dengan lolos ke Piala Dunia 2002 dan mencapai final Piala Asia 2004, prestasi Timnas China terus merosot. Bahkan investasi besar-besaran di liga domestik pada awal dekade 2010 gagal mengangkat performa tim nasional.
Keterpurukan China semakin terlihat dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mereka menderita kekalahan telak 0-7 dari Jepang, disusul hasil mengecewakan 1-2 dari Arab Saudi di kandang sendiri, meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain.
Presiden Xi Jinping, yang dikenal sebagai penggemar sepakbola, tentunya kecewa dengan situasi ini. Tantangan berat menanti China dalam laga tandang melawan Australia pada 10 Oktober 2024, diikuti pertandingan kandang menghadapi Indonesia pada 15 Oktober 2024.
Menariknya, Timnas Indonesia kini dipandang setara atau bahkan lebih unggul dari China. Ditambah dengan bergabungnya dua pemain berkualitas, Eliano Reijnders dan Mees Hilgers, peluang Indonesia untuk mencuri poin di markas China terbuka lebar.
Skandal pengaturan skor ini menjadi pukulan telak bagi sepakbola China yang sedang berusaha bangkit. Sementara itu, Timnas Indonesia memiliki kesempatan emas untuk membuktikan diri di kancah internasional.
(lam)