LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pasar otomotif Indonesia akan segera menyambut pemain baru di segmen kendaraan ramah lingkungan. BAIC, produsen mobil asal Tiongkok yang baru saja memulai kiprahnya di Tanah Air, berencana menghadirkan SUV hybrid terbarunya pada tahun 2025 mendatang.
Informasi ini diungkapkan oleh Dhani Yahya, yang menjabat sebagai Chief Operating Officer BAIC Indonesia. "Kami akan memperkenalkan model terbaru kami di ajang GIIAS mendatang. Kendaraan ini akan membawa desain yang lebih segar dibanding pendahulunya," tutur Dhani di Jakarta, dikutip Selasa (24/9/2024).
Model yang dimaksud adalah BJ30, sebuah SUV hybrid yang menjanjikan terobosan dalam hal efisiensi energi. Kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer hanya dengan sekali pengisian bahan bakar, sebuah pencapaian yang diharapkan dapat memikat konsumen Indonesia yang kian sadar akan pentingnya penghematan energi.
BJ30 pertama kali mencuri perhatian publik saat dipamerkan di Beijing Auto Show. Dengan dimensi yang proporsional, SUV ini menawarkan keseimbangan antara kenyamanan berkendara dan kemudahan manuver di perkotaan.
Tidak hanya mengandalkan performa, interior BJ30 juga didesain untuk memanjakan penggunanya. Dashboard futuristik dengan dua layar besar menjadi pusat kendali yang intuitif bagi pengemudi. Fleksibilitas cabin ditingkatkan dengan kursi belakang yang dapat diatur sepenuhnya, menciptakan ruang kargo yang lapang ketika dibutuhkan.
Di balik kap mesinnya, BJ30 mengusung teknologi hybrid mutakhir. Perpaduan mesin konvensional berkapasitas 1.500cc turbocharged dengan dua motor listrik menghasilkan tenaga kombinasi yang mengesankan. Konfigurasi ini menjanjikan performa tangguh namun tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar.
BAIC optimis bahwa BJ30 akan menjadi pilihan menarik bagi konsumen Indonesia yang menginginkan SUV berteknologi tinggi dengan harga kompetitif. "Kami menempatkan BJ30 di segmen yang strategis, menawarkan nilai lebih dibandingkan kompetitor di kelasnya," tambah Dhani.
Dengan hadirnya BJ30, BAIC bertekad untuk memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia yang kian kompetitif. Langkah ini sekaligus menandai komitmen pabrikan tersebut dalam mendukung transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan di Tanah Air.
(lam)