Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home sports detail berita

Sepakbola atau Sandiwara? Thom Haye Buka-bukaan Soal Laga Kontra China

nabil Rabu, 16 Oktober 2024 - 17:38 WIB
Sepakbola atau Sandiwara? Thom Haye Buka-bukaan Soal Laga Kontra China
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Timnas China dan Timnas Indonesia di Stadion Pemuda Qingdao, Selasa (15/10/2024) malam WIB, meninggalkan kesan mendalam bagi gelandang Indonesia, Thom Haye. Namun, kesan yang tertinggal bukanlah tentang permainan sepakbola yang memukau, melainkan sebuah "pertunjukan" yang menurutnya lebih mirip sandiwara.

Haye, yang mencetak gol semata wayang Indonesia dalam kekalahan 2-1 melawan tim tuan rumah, tak segan membuka suara tentang apa yang ia saksikan di lapangan. "Rasanya kami bukan sedang bertanding sepak bola, melainkan menghadapi tim yang hobi mengulur waktu dan berpura-pura jatuh. Mereka seperti tidak berniat bermain dengan sportif," ujar Haye, mengungkapkan kekecewaannya atas taktik tim lawan yang dinilainya kurang fair.

Baca juga: Mental Rapuh Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Bongkar Akar Kekalahan Lawan China

Kritik tajam Haye menyoroti taktik permainan China yang dinilainya jauh dari esensi sepakbola sesungguhnya. Alih-alih menunjukkan permainan yang menghibur dan sportif, tim tuan rumah justru terkesan lebih fokus pada upaya mengulur waktu dan mencari-cari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari wasit.

"Meski kami kebobolan dua kali di awal, tim tetap menunjukkan permainan solid dan pantang menyerah. Kami terus menekan hingga akhir pertandingan," tambah Haye, menekankan semangat juang timnya meskipun tertinggal.

Baca juga: Bencana Taktik: Keputusan Fatal Shin Tae-yong Menenggelamkan Timnas Indonesia

Gol-gol dari Behram Abduweli dan Zhang Yuning di babak pertama memang sempat membuat Indonesia tertinggal, namun permainan agresif Skuad Garuda di babak kedua menunjukkan tekad mereka untuk bangkit.

Haye sendiri turun sebagai pemain pengganti di awal babak kedua, menggantikan Mees Hilgers. Kehadirannya memberi dampak positif bagi tim, terbukti dengan gol yang ia cetak pada menit ke-86. Sayangnya, gol tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Kekesalan Haye bukan tanpa alasan. Sepanjang 90 menit pertandingan, penonton disuguhkan bukan hanya pertarungan skill dan strategi, tetapi juga "akting" dari pemain-pemain China yang kerap kali terjatuh dengan mudah atau mengulur waktu saat hendak melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam.

Baca juga: Drama di Qingdao: Timnas Indonesia Tumbang 1-2, Thom Haye Jadi Penebus Dosa

Perilaku semacam ini, menurut Haye, bukan hanya merugikan tim lawan tetapi juga mencoreng citra sepakbola sebagai olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas. "Mereka tidak berniat untuk bermain sepakbola," tegasnya, menggarisbawahi kekecewaannya terhadap pendekatan taktis tim lawan.

Meski demikian, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia. Status tak terkalahkan mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia memang harus berakhir, namun semangat juang yang ditunjukkan, terutama di babak kedua, memberikan harapan untuk pertandingan-pertandingan mendatang.

Thom Haye dan rekan-rekannya kini mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Jepang yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 15 November mendatang. Dengan pengalaman dari laga kontra China, Tim Merah Putih diharapkan dapat tampil lebih baik dan waspada terhadap berbagai taktik permainan lawan.

Baca juga: Garuda Terpuruk, China Unggul 2-0 atas Indonesia di Babak Pertama Kualifikasi Piala Dunia Grup C

Terlepas dari kontroversi dan kekecewaan, pernyataan blak-blakan Haye ini membuka diskusi penting tentang etika dalam sepakbola modern. Apakah kemenangan harus dicapai dengan cara apapun, atau masih ada ruang untuk fair play dan keindahan permainan yang menjadi esensi sejati dari olahraga paling populer di dunia ini?

Sementara perdebatan terus bergulir, satu hal yang pasti: Thom Haye dan Timnas Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya datang untuk bermain, tetapi juga untuk memperjuangkan nilai-nilai sportivitas dalam sepakbola. (163.com)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)