LANGIT7.ID-Jakarta; Dashcam atau kamera dashboard yang umumnya dipasang untuk mobil ini berfungsi untuk merekam atau mendokumentasikan peristiwa penting selama melakukan perjalanan.
Tapi, ternyata dashcam ini tak hanya tersedia untuk mobil saja. Sebab, dashcam kini juga tersedia untuk motor yang fungsinya juga sama dengan dashcam mobil.
Selain beberapa fungsi di atas, dashcam juga berguna sebagai alat bukti kecelakaan atau tindak kejahatan, bahkan hingga untuk klaim asuransi.
Nah, untuk pemasangan dashcam pada motor ini tentunya tidak boleh dilakukan sembarangan. Posisi dashcam motor harus disesuaikan dengan tempatnya.
Usahakan tidak memasang dashcam pada helm, meskipun hal ini tidaklah salah, namun tidak semua helm bisa menggunakan dashcam.
Selain itu, pemasangan dashcam pada helm juga berisiko cukup tinggi. Mengingat fungsi helm ini sebagai pelindung kepala yang harus digunakan selama berkendara, otomatis helm akan digerakkan terus menerus untuk melihat arah jalan ataupun kaca spion.
Artinya, helm tidak akan menghadap ke arah depan terus menerus, namun bergerak menghadap ke kanan dan ke kiri.
Gerakan pada helm yang terlalu kuat tentunya akan mempengaruhi kualitas rekaman. Bahkan bukan tidak mungkin dapat menyebabkan kamera terpental, belum lagi apabila pengendara jatuh dari motor.
Dari segi keamanan, dashcam motor ini lebih baik dipasang pada bagian bawah lampu motor, bisa di lampu depan (lampu utama) maupun lampu belakang (stop lamp).
Dashcam motor ini berbeda dengan action camera, sebab dashcam berfungsi untuk keperluan keagamaan.
Sebagai informasi, pemasangan dashcam ini bisa dilakukan di semua jenis motor, baik itu motor bebek, motor matic, ataupun motor sport. Untuk pemilihan lokasi dashcam motor ini tergantung pada jenis motor yang dimiliki dan preferensi sebagai pengendara.
Pemasangan dashcam motor di lokasi yang tepat ini akan memberikan manfaat besar untuk melindung diri dan merekam semua pengalaman selama berkendara.(*)
(hbd)