LANGIT7.ID-Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional.
Sebagai mitra resmi Program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional, MAN 2 Kudus dinilai konsisten dan inovatif dalam mengintegrasikan literasi ke dalam program pembelajaran.
Prestasi ini mencerminkan keberhasilan madrasah dalam membangun budaya literasi di kalangan siswa dan tenaga pendidik kependidikan.
Penghargaan ini diberikan oleh Kepala Pusat Penilaian Buku, Lektur, dan Literasi Keagamaan, Muchamad Sidik Sisdiyanto dalam acara yang digelar secara khidmat di halaman MAN 2 Kudus.
Dalam sambutannya, Sidik mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan MAN 2 Kudus dalam mengintegrasikan literasi ke dalam kegiatan pembelajaran dan kurikulum.
Salah satunya adalah Gelia (Gerakan Literasi Ceria) kewajiban siswa membaca buku 15 menit sebelum kelas berlangsung.
“Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga memahami, mengolah informasi, dan menjadikannya bekal untuk membangun karakter generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia,” ujarnya dikutip dari kemenag.go.id.
Lebih lanjut "Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa MAN 2 Kudus telah menjadi pelopor gerakan literasi, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional. Kami berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi madrasah lainnya untuk lebih giat mengembangkan budaya literasi," tuturnya
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya belajar di madrasah ini, sebagai langkah membentuk generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan berlandaskan nilai-nilai agama,” tegasnya.
Sebagai bagian dari Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional, MAN 2 Kudus berhasil menerbitkan berbagai karya tulis siswa yang tidak hanya menggambarkan kreativitas, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai moral dan keagamaan.(*)
(hbd)