LANGIT7.ID, Seoul-Penangkapan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol berlangsung seperti dalam cerita drama korea (Korea) tentang dinasti politik.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (15/1/2025) sebelum fajar. Tim penyelidik dan polisi yang jauh lebih besar tiba di kediamannya di pusat kota Seoul, dipersenjatai dengan tangga untuk memanjat bus yang memblokir pintu masuk dan pemotong baut untuk melepas kawat berduri.
Petugas lain dalam tim penangkapan, yang berjumlah sekitar 1.000 orang, memanjat tembok dan mendaki jalan setapak di dekatnya untuk mencapai kediaman presiden.
Dalam tayangan potongan video tampak para penyelidik membongkar barikade dan memotong kawat berduri untuk membawanya ke dalam tahanan.
Setelah beberapa jam, pihak berwenang mengumumkan bahwa Yoon telah ditangkap.
BBC melaporkan, upaya kali ini berjalan sukses setelah sebelumnya para penyelidik dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) gagal menangkapnya pada tanggal 3 Januari setelah terkunci dalam kebuntuan selama enam jam dengan tim keamanannya.
Yoon Suk Yeol menjadi presiden pertama Korea Selatan (Korsel) yang ditangkap asat masih menjabat.
Yoon, 64 tahun, diselidiki atas tuduhan pemberontakan atas perintah darurat militer yang gagal pada tanggal 3 Desember yang membuat negaranya mengalami kekacauan.
Dia juga telah dimakzulkan oleh parlemen dan diskors, tetapi hanya akan dicopot dari jabatannya jika Mahkamah Konstitusi mendukung pemakzulan tersebut.(*)
(hbd)