LANGIT7.ID, Jakarta-Sebanyak 38 negara akan berpartisipasi pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Internasional ke-4 di Jakarta. Acara ini akan berlangsung dari 28 Januari hingga 2 Februari 2025.
Dari 38 negara yang turut, akan ada 60 peserta yang akan berpartisipasi dalam perhelatan tersebut.
Sejumlah 60 peserta tersebut berasal dari 38 negara, terdiri dari 19 negara di Asia, 14 negara di Afrika, 4 negara di Eropa, dan 1 negara di Amerika.
Rinciannya, 17 peserta cabang Tilawah Putra, 7 peserta Tilawah Putri, 19 peserta Tahfiz Putra, dan 17 peserta Tahfiz Putri
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi mengatakan, penyelenggaraan MTQ Internasional itu merupakan upaya memperkuat peran Indonesia sebagai pusat peradaban Islam dunia.
"Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekitar 237 juta jiwa atau setara 87% dari total penduduk. Ini menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk tampil sebagai rujukan dalam penyebaran Islam yang moderat dan damai," ujar Zayadi di Jakarta, Senin (13/1/2025), dikutip dari kemenag.go.id.
Menurut Zayadi, MTQ Internasional bukan sekadar ajang lomba baca Al-Qur’an, tetapi momentum memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan inklusif.
"MTQ Internasional merupakan bagian dari soft diplomacy Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral dan multilateral dengan banyak negara. Ini akan menjadi momentum strategis untuk menunjukkan karakter Islam di Indonesia yang konsisten membawa pesan damai dan penuh toleransi," katanya.
Zayadi menambahkan, MTQ Internasional ini menjadi yang pertama setelah 10 tahun terakhir. MTQ sebelumnya digelar pada 2015.
"Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari lebih dari 187 negara yang mengikuti tahap pra-kualifikasi pada akhir 2023," tambah Zayadi.
Rijal menjelaskan, panitia telah menyiapkan 22 dewan hakim. Terdapat 15 dewan hakim dari dalam negeri dan 7 dari luar negeri.
Selain kompetisi tilawah Al-Qur’an, MTQ Internasional Indonesia IV Tahun 2025 juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti Seminar Internasional Al-Qur’an, Seminar Internasional Perkembangan Kaligrafi Islam di Indonesia, City Tour ke Museum Al-Qur’an di TMII, Kunjungan ke Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), dan Tour ke Terowongan Silaturahmi di Masjid Istiqlal.
Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, Rijal Ahmad Rangkuty mengatakan, Kemenag menggandeng berbagai pihak dalam penyelenggaraan MTQ Internasional tersebut, termasuk Kementerian Luar Negeri.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan membuka acara ini secara resmi pada 29 Januari 2025. Pembukaan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Indonesia sebagai tuan rumah yang profesional dan ramah.(*)
(hbd)