LANGIT7.ID - Mengendarai sepeda motor di musim penghujan, tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik pengendara, namun akan berpengaruh juga pada performa motor.
Saat motor terlalu sering digunakan untuk menerobos hujan, maka motor bisa menjadi brebet bahkan hingga mogok.
Mesin sepeda motor yang brebet setelah menerobos hujan terjadi karena kondisi mesin yang kurang sehat.
Sebab, saat musim hujan, air bisa saja masuk ke dalam mesin komponen elektrikal yang ada pada sepeda motor.
Salah satu penyebab motor yang brebet setelah menerobos hujan ini adalah pada bagian busi, tepatnya pada cop busi.
Umumnya, cop busi yang membuat motor brebet ini adalah cop busi yang sudah getas. Cop busi yang getas ini terjadi karena terlalu sering terkena panas dari mesin.
Nah, dari cop busi yang retak inilah air akan masuk. Seperti yang kita ketahui, air merupakan salah satu musuh dari sistem kelistrikan pada sepeda motor.
Jadi, saat air masuk kedalam cop busi, arus listrik yang akan dihantarkan ke busi menjadi terhambat, sehingga motor menjadi brebet.
Selain karena cop busi, motor brebet setelah menerobos hujan juga terjadi karena saringan udara yang basah.
Air yang masuk ke dalam komponen ini akan menghambat udara yang diperlukan untuk proses pembakaran. Hal inilah yang menyebabkan tarikan gas terasa lebih berat atau brebet.
Selain brebet, motor lebih rentan mogok jika air yang masuk melalui saringan udara sampai ke bagian poros pembakaran.
Untuk mengatasinya, saringan udara perlu dibersihkan dengan teknik yang sesuai jenis filternya.
Penyebab lain motor menjadi brebet setelah menerobos hujan adalah knalpot motor yang kemasukan air.
Knalpot berfungsi sebagai media pembuangan gas, sehingga kondisinya harus terhindar dari air.
Namun, melewati genangan air hujan, knalpot berpotensi kemasukan air dan menyebabkan brebet.
Hal ini sering terjadi apabila ketinggian air sejajar dengan lubang knalpot motor. Selain menyebabkan brebet, knalpot yang kemasukan air juga mengakibatkan motor mogok.(*)
(hbd)