LANGIT7.ID-Jakarta; Gerald Vanenburg, asisten pelatih timnas Indonesia yang baru ditunjuk PSSI bersama Patrick Kluivert, memiliki rekam jejak panjang dalam pembinaan pemain muda. Pengalamannya dimulai sejak 2000 saat menangani akademi PSV Eindhoven U-19 selama tiga periode berbeda hingga 2006, menghasilkan beberapa pemain top Belanda.
Mantan pemain tim nasional Belanda ini menorehkan prestasi di Ajax Amsterdam, dengan posisi terakhirnya sebagai asisten pelatih Ajax U-21 dari 2021 hingga 2023. Pengalaman mengembangkan bakat muda di akademi sepakbola Belanda menjadi modal berharga untuk tugasnya nanti yang akan fokus pada timnas U-23 Indonesia.
Kehadiran Vanenburg diharapkan bisa menciptakan kesinambungan pembinaan antara timnas U-17, U-20, dan U-23 Indonesia. Ini sejalan dengan visi Patrick Kluivert yang menginginkan sistem pembinaan pemain muda yang terintegrasi.
Baca juga: Kapan Jersey Timnas Indonesia Terbaru Mulai Dijual? Ini Tanggalnya!![Profil Gerald Vanenburg: Mantan Pelatih Ajax U-21 Siap Bina Talenta Muda Timnas Indonesia]()
Di bawah arahan Kluivert, Vanenburg dipercaya bisa membawa pengalamannya dalam mengembangkan bakat-bakat muda Indonesia. "Pengalamannya yang luas akan berkontribusi untuk membawa sepak bola Indonesia ke tingkat berikutnya," ujar Kluivert dalam keterangannya, Jumat (24/1/2025).
Pria kelahiran Utrecht, 5 Maret 1964 ini memiliki prestasi cemerlang sebagai pemain. Vanenburg pernah menjuarai Liga Champions bersama PSV Eindhoven dan Piala Eropa bersama timnas Belanda di era 1980-an.
Baca juga: Wah! Jersey Timnas Indonesia 2025 Bikin Netizen Malaysia Melongo, Ini Penampakannya!![Profil Gerald Vanenburg: Mantan Pelatih Ajax U-21 Siap Bina Talenta Muda Timnas Indonesia]()
Bersama Alex Pastoor dan Denny Landzaat, Vanenburg akan menjadi bagian dari tim kepelatihan timnas senior Indonesia di bawah komando Patrick Kluivert. Program konkretnya akan diarahkan pada pembinaan timnas U-23 dengan target jangka panjang mempersiapkan generasi baru pesepakbola Indonesia.
Dalam kontrak bersama PSSI, Vanenburg sempat melatih beberapa klub Eropa seperti 1860 Munich pada 2004, Helmond Sport (2006-2007), dan FC Eindhoven pada 2008. Pengalamannya akan diintegrasikan dengan program pembinaan sepakbola Indonesia untuk menciptakan kesinambungan antara tim senior dan tim usia muda.
(lam)