LANGIT7.ID-Jakarta; Pameran karya maestro kaligrafi Islam dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional ke-4 2025 di Jakarta menarik lebih dari 300 pengunjung sejak dibuka. Menampilkan 40 karya seni kaligrafi kontemporer dari Indonesia dan Iran, acara yang berlangsung di Islamic Center Jakarta ini menjadi ajang kolaborasi budaya sekaligus edukasi tentang kekayaan seni kaligrafi Al-Qur'an.
Pameran ini menampilkan karya seniman dari berbagai daerah, seperti Riau, Lampung, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah. Muhammad Mawardi, perwakilan Tim Pameran Kaligrafi dari Lembaga Kaligrafi Al-Qur'an (Lemka), menjelaskan bahwa proses kurasi dilakukan berdasarkan kelayakan dan estetika dari foto yang dikirimkan peserta.
"Sebagian besar karya yang dipamerkan merupakan hasil pemenang kompetisi bergengsi, seperti MTQ Nasional di Kaltim dan ajang internasional. Karya-karya ini tidak hanya menonjolkan teknik kaligrafi baku, tetapi juga eksplorasi warna dan bentuk yang inovatif," ujar Mawardi di Islamic Center Jakarta, dikutip Sabtu (1/2/2025).
Seni Kaligrafi Tradisional dan Kontemporer 2025Selain kaligrafi klasik, pameran seni MTQ 2025 ini juga menampilkan lukisan kontemporer karya seniman Muslim Indonesia, termasuk anggota Lemka.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kaligrafi tidak melulu hitam putih. Ada harmonisasi antara kaidah tradisional dan ekspresi modern," tambah Mawardi.
Ia menegaskan, misi utama pameran maestro kaligrafi ini adalah mengedukasi publik tentang prestasi Indonesia di bidang kaligrafi. "Banyak siswa dan santri yang datang. Mereka bisa melihat langsung karya dari Iran atau juara internasional, yang semoga memotivasi mereka untuk berkarya," katanya.
Karya Maestro Kaligrafi Terjual di JakartaHingga hari ketiga pameran di Islamic Center Jakarta, tiga karya maestro telah terjual dengan harga mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta. Karya termahal adalah kaligrafi kontemporer Ustadz Din Sirajudin, disusul karya seniman Iran yang dibanderol Rp21 juta.
Meski demikian, Mawardi menegaskan bahwa penjualan bukanlah tujuan utama pameran seni kaligrafi Islam 2025 ini. "Alhamdulillah jika laku, tetapi yang paling utama tetap edukasi," pungkasnya.
(lam)