LANGIT7.ID-Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan aksi sweeping organisasi kemasyarakat (ormas) di Garut, Jawa Barat.
Peristiwa itu rupanya membuat marah Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina. Putri sampai berujar kalau ormas tujuannya merusak, mending bubarin saja.
Dalam video yang beredar, para anggota ormas melabrak beberapa pemuda yang kedapatan tidak berpuasa (nyemen) di sebuah warung. Aksi ini pun menuai beragam reaksi dari netizen dan menjadi perbincangan hangat di dunia maya.
Viralnya video tersebut memicu kemarahan Putri Karlina, yang juga merupakan putri Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto.
Ia menilai tindakan sweeping tersebut sebagai aksi anarkis yang dapat merusak citra Kabupaten Garut.
"Ini tugas kami, highlight-nya hari ini ada kekerasan yang ujungnya adalah membuat citra Kabupaten Garut menjadi buruk," ujar Putri Karlina dalam sebuah video yang beredar di X dikutip Selasa (11/3/2025)
Putri Karlina menyoroti peran koordinator Aliansi Umat Islam (AUI) Kabupaten Garut, Ceng Aam, yang dianggap bertanggung jawab atas aksi sweeping tersebut.
Ia secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tindakan yang dilakukan ormas tersebut.
"Saya sangat tidak setuju dengan pernyataan Ceng Aam. Jangan sampai membuat kami bereaksi. Kalau saya mau, saya bisa men-tolol-tololkan Satpol PP, saya bisa menggoblok-goblokkan orang. Apakah itu citra yang baik untuk seorang wakil bupati?" ungkapnya dengan nada kesal.
Dalam kesempatan tersebut Putri Karlina juga dibuat kesal dengan sikap Ceng Aam yang masih bisa senyum-senyum dalam situasi tersebut.
"Kalau bapak ngamuk, ini salah, terus bapak beserta rekan-rekan ngamuk, ya tujuannya berati ormas itu untuk membuat hal-hal yang destruktif dong, bukannya untuk membangun. Kalau kaya gitu mending bubarin pak, kalau punya niat jelek, mah," tegas Putri.
Sikap Putri Karlina tentu sangat berdasar seiring cita-citanya membangun Kota Garut yang harmonis dan toleransi.
Putri Karlina bahkan menunjukkan toleransi dan keharmonisan itu dengan berbuka puasa bersama di gereja, Senin (10/3/2025).
"Kami ingin menunjukkan bahwa toleransi dan keharmonisan adalah kekuatan terbesar Garut. Mari kita terus merawat kebersamaan, karena Garut adalah rumah bagi semua," ujarnya.(*)
(hbd)