LANGIT7.ID-Penalti striker Atletico Madrid Julian Alvarez dianulir alias tak disahkan pada laga antara Atletico Madrid vs Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions, Kamis (13/3/2025) dini hari wib.
Akibat kena anulir, keunggulan Atletico pun sirna pada drama adu penalti. Madrid akhirnya memenangi pertandingan dengan skor 4-2, setelah waktu normal berjalan 1-0 bagi Atletico.
Tertinggal 1-2 di leg pertama, Atletico membuka harapan saa Conor Gallagher sukses menjebol gawang Thibaut Courtois di menit pertama. Keunggulan 1-0 bagi Atleti membuat agregat 2-2 dan pertandingan babak 16 besar dilanjutkan dengan adu penalti.
Sayang pada adu penalti, Atletico kembali menelan kekalahan. Kekecewaan yang sama harus mereka alami setelah mereka kembali kalah dari Madrid, seperti yang dialami pada laga final kompetisi ini tahun 2016.
Tapi kekecewaan kali ini lumayan menyesakkan karena penalti diwarnai kontroversi.
Mengapa tendangan penalti Julian Alvarez dianulir?Setelah Kylian Mbappe, Alexander Sorloth dan Jude Bellingham berhasil mengeksekusi tendangan penalti mereka, Alvarez maju sebagai eksekutor dalam posisi Atletico tertinggal 1-2.
Penyerang Argentina ini kehilangan pijakannya saat menendang bola, namun terlihat tidak mengalami masalah berati karena ia masih dapat mengarahkan tendangannya menembus jala Courtois.
Namun, wasit Szymon Marciniak memberi isyarat bahwa tinjauan VAR sedang berlangsung dan penalti yang sukses dilakukan Alvarez kemudian dianulir.
Tidak ada protes sama sekali dari Atletico Madrid karena sang pemain sendiri yang mengakuinya kepada pelatihnya, Diego Simeone.
Terpelesetnya mantan pemain River Plate dan Manchester City tersebut membuat dia melakukan kontak ganda dengan bola. Peraturan menyatakan bahwa tendangan penalti harus dilakukan dengan satu sentuhan. Alhasil, tendangan Alvarez tidak dapat disahkan.
Atletico kembali mendapatkan peluang ketika Jan Oblak melakukan penyelamatan dari Lucas Vazquez, namun tendangan Marcos Llorente membentur mistar gawang dan Oblak tidak dapat menggagalkan tendangan penalti kelima dari Antonio Rudiger, yang memastikan kemenangan 4-2 bagi anak asuh Carlo Ancelotti.
Bagaimana VAR dapat mengetahui bahwa Alvarez menendang tendangan penaltinya dua kali?
Kontroversi dan konspirasi meledak di dunia maya dengan segera dan kemungkinan besar akan menyelimuti percakapan pasca pertandingan di musim di mana Real Madrid dan Atletico Madrid mempertanyakan kepemimpinan wasit di liga domestik mereka.
Ketika pemeriksaan VAR dimulai, ada perasaan bahwa Alvarez mungkin akan lolos, mengingat ia masih menendang bola dengan keras. Umumnya, ketika pemain terpeleset dan melakukan dua kali kontak saat melakukan tendangan penalti, bola akan berputar dan bukannya meluncur deras ke dalam gawang.
Tayangan ulang awal terlihat tidak meyakinkan, namun keputusan tersebut disampaikan kepada Marciniak dengan cepat, sehingga menambah kesan ada sesuatu yang tidak beres.
Setelah pertandingan, Diego Simeone mengatakan kalau wasit mengatakan bahwa Alvarez menyentuh bola, tetapi bola tidak bergerak.
"Saya tidak pernah melihat VAR meninjau penalti dalam adu penalti.Sepertinya Julian menyentuh bola saat ia menembak, dan jika wasit melihatnya seperti itu, begitulah hasilnya," ungkap Simeone
“Itu adalah hari yang sangat indah, sayangnya, kami tidak lolos. Saya kalah, tetapi saya merasa tenang," imbuh pelatih asal Argentina dikutip dari timesnownews.com.
Secara kebetulan, sebuah laporan dari CBS Sports mengklaim bahwa keputusan untuk menganulir penalti Alvarez dilakukan dengan teknologi semi otomatis.
Seiring hasi ini, Madrid berhasil menjaga peluang untuk mempertahankan gelar juara dan melaju ke babak perempat final, di mana mereka akan bertemu dengan tim raksasa Premier League, Arsenal.(*)
(hbd)