LANGIT7.ID-Jakarta; Persaingan sepak bola di kawasan Asia kini semakin ketat dan merata. Apa yang dulu mungkin dianggap sebagai pertandingan mudah bagi tim-tim besar kini telah berubah menjadi tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Fenomena ini diakui oleh salah satu legenda sepak bola Australia, Tim Cahill.
Pria yang pernah menjadi tulang punggung Socceroos ini menyoroti perkembangan signifikan tim-tim Asia, termasuk Indonesia, yang menurutnya kini memiliki "kekuatan yang sejajar" dengan Australia. Pernyataan mengejutkan ini datang saat Australia sendiri sedang berjuang di Kualifikasi Piala Dunia, tertinggal sembilan angka dari Jepang dan hanya unggal tipis satu poin dari Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, dan China.
"Ketika kalian melihat tim seperti Indonesia, Arab Saudi, tim-tim tersebut di Asia, mereka punya kekuatan yang sejajar, bahkan beberapa di antara mereka lebih baik. Itu adalah realita dari gambaran sepak bola saat ini," ungkap Cahill dalam pernyataannya yang dikutip dari The Roar.
Pendapat Cahill ini bukan tanpa dasar. Dia menunjuk pada fakta bahwa Qatar telah berhasil memenangkan Piala Asia dalam dua edisi berturut-turut, serta hasil-hasil mengejutkan yang telah terjadi dalam babak kualifikasi Piala Dunia. Ini menggambarkan bagaimana persaingan di kawasan Asia kini telah berubah menjadi lebih kompetitif dan tidak lagi didominasi oleh tim-tim tradisional.
Situasi ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih baru Australia, Tony Popovich. Dengan koleksi tujuh poin saat ini, Australia berada di posisi kedua namun belum bisa merasa aman untuk lolos ke Piala Dunia. Cahill mengakui bahwa Popovich adalah sosok profesional dan pelatih hebat, namun tetap akan menghadapi ujian berat mengingat ketatnya persaingan.
"Dia punya talenta pemain yang bagus," kata Cahill tentang Popovich. Namun legenda Australia ini juga menggarisbawahi bahwa bakat saja tidak cukup mengingat perkembangan tim-tim lain di Asia yang semakin meningkat kualitasnya.
Cahill juga memaklumi tantangan yang dihadapi Popovich terkait keterbatasan waktu. "Butuh waktu baginya untuk menerapkan gaya main sesuai keinginannya karena dia tidak punya banyak waktu bersama pemain, tidak banyak waktu untuk latihan," tuturnya, seraya menambahkan harapan agar Popovich dapat memaksimalkan waktu yang tersedia.
(lam)