LANGIT7.ID-Jakarta; Lubang pada gendang telinga dapat disebabkan oleh luka hingga infeksi yang dapat mengganggu pendengaran.
Dijelaskan bahwa OMSK (Otitis Media Supuratif Kronis) adalah kondisi infeksi pada rongga telinga tengah ditandai adanya robekan lubang atau gendang telinga yang dapat menyebabkan keluar cairan dari liang telinga yang kerap disebut masyarakat awam sebagai congek.
Baca juga: Kesehatan Gigi dan Mulut yang Buruk Mempengaruhi Kehamilan"Tentunya penyebabnya ada banyak macamnya apabila lubang disebabkan trauma, luka atau tusukan maka disebut perforasi akibat trauma. Sedangkan lubang karena infeksi maka ini disebabkan otitis media supuratif kronis (OMSK)," ujar Dokter Spesialis THT Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Rangga Rayendra Saleh, Dp. T.H.T.BKL, Subsp. Oto.(K).
Hal ini disebabkan adanya penumpukan cairan di balik gendang telinga di rongga telinga tengah. Maka cairan yang menumpuk di rongga itu akan mencari jalan untuk ke luar sehingga infeksi itu menyebabkan robekan itu tidak bisa menutup secara spontan dan robekan ini menjadi menetap.
Menyebabkan keluhan antara lain riwayat keluar cairan dari telinga atau congek, nah itu adalah otore atau keluar cairan dari liang telinga Infeksi OMSK ini menurutnya terjadi secara kronis dan bisa menyebabkan gangguan pendengaran termasuk adanya dengung.
“Jika ada lubang di gendang tekan misal sudah kronik, kecil kemungkinan akan kecil (sembuh) sendiri sehingga butuh rekonstruksi gendang telinga,” ujarnya.
Dengan kondisi ini maka pasien disarankan melakukan konsultasi dengan ahli untuk mendapatkan perawatan yang tepat, salah satunya dengan melakukan operasi penambalan gendang telinga.
Operasi ini dilakukan dengan menggunakan material penambal dari bagian tubuh pasien itu sendiri yakni dengan menggunakan selaput tulang rawan atau selaput otot. Penggunaan material ini dinilai memiliki risiko kontradiktif yang kecil.
Usai melakukan operasi, pasien disarankan menghindari terkena air untuk menjaga telinga tetap steril. Mengangkat beban berat juga dilarang karena tekanan ke dalam area menjadi lebih tinggi dan bisa menyebabkan pergeseran tambalan, karena tambalan yang dilakukan tidak dilem dan hanya diletakkan sedekat lubang sehingga membutuhkan waktu untuk menutup secara alami.(*)
(lam)