LANGIT7.ID-Miami; Alexandra Eala, petenis berusia 19 tahun asal Filipina yang baru saja mengalahkan juara Australian Open Madison Keys pada Minggu (24/3), langsung lolos ke perempat final Miami Open setelah lawannya di babak keempat, Paula Badosa dari Spanyol, mengundurkan diri karena cedera punggung bawah.
Di perempat final, Eala akan berhadapan dengan petenis peringkat dua dunia, Iga Swiatek, yang mengalahkan Elina Svitolina dari Ukraina dengan skor 7-6 (7-5), 6-3 dalam laga babak keempat.
"Bukan cara yang kuinginkan untuk melaju ke perempat final WTA1000 pertamaku. Semoga Paula cepat pulih," tulis Eala dalam unggahan Instagram Story setelahnya.
Eala telah menorehkan namanya dalam sejarah tenis setelah mengalahkan juara Australian Open, Madison Keys, pada Minggu lalu.
Tenis: Alex Eala Kembali Kejutkan Dunia, Singkirkan Madison Keys di Miami Dia menjadi petenis putri pertama dari Filipina yang berhasil mengalahkan pemain top-10 sejak sistem peringkat diperkenalkan 50 tahun lalu.
Kemenangan itu dirayakan Eala dengan luapan emosi spontan. Dia memeluk timnya sambil menahan tangis.
"Ini pencapaian besar yang harus kuhadapi perlahan. Aku sangat bangga dengan apa yang berhasil kuraih, tapi ini juga memacu semangatku lebih jauh," ujarnya.
"Aku sadar masih ada pertandingan selanjutnya, tapi aku perlu berhenti sejenak dan mengakui bahwa yang kulakukan hari ini sangat luar biasa. Reaksiku di lapangan sudah menggambarkan perasaanku."
Tenis: Eala Berterima Kasih pada Keluarga atas Kesuksesannya di WTAKetika Eala masih berusia 13 tahun dan tumbuh di Filipina, bakatnya sudah terlihat jelas. Keluarganya pun membuat keputusan sulit untuk mengirimnya ke Spanyol, ke akademi Rafael Nadal di Mallorca.
Tak diragukan lagi, akses terhadap pelatihan dan fasilitas berkualitas di sana membantu Eala berkembang menjadi juara tunggal putri US Open 2022 dan kini menjadi pesaing serius di ajang WTA Tour.
Namun, Eala menyadari bahwa perjalanannya ke panggung besar sudah dimulai sebelum kepindahannya itu.
"Akademi itu telah menjadi rumahku selama tujuh tahun terakhir. Tentu, keluargaku layak mendapat pujian atas fondasi yang mereka bangun sebelum mengirimku ke sana," katanya.
"Tapi akademi juga berhasil mengembangkan fondasi itu sehingga aku bisa berada di posisiku sekarang. Kombinasi dari semua yang telah kulewati sejak mulai bermain tenis inilah yang membawaku ke momen ini dan memberiku kesempatan-kesempatan ini."
Eala mengakui bahwa keputusan keluarganya mengirimnya ke Eropa di usia sangat muda bukanlah hal mudah, meskipun keberadaan kakaknya, Miko, yang juga bergabung di akademi itu sedikit meringankan beban orang tuanya.
Meski sangat dekat dengan keluarganya, Eala yakin itu adalah langkah yang tepat.
"Ini keputusan besar bagiku, bagi kami. Begitu mendengarnya, aku langsung menyambut kesempatan ini karena aku tahu bahwa pada akhirnya aku harus keluar dari Filipina untuk berkembang," tambahnya.
Kecintaan Eala pada tenis muncul dari kebiasaannya bermain bersama kakeknya, seorang pemain klub yang antusias. Sang kakek melatih kakak dan sepupu Eala sebelum fokus melatihnya.
"Aku seperti penerus berikutnya yang menghabiskan waktu bersamanya. Perlahan, itu berkembang menjadi karier yang kumiliki sekarang," kenangnya.
Kemenangan besarnya terjadi sehari setelah anggota lain akademi Nadal, Coleman Wong dari Hong Kong, juga mencetak kemenangan mengejutkan di Miami dengan mengalahkan petenis unggulan ke-13 asal AS, Ben Shelton.
Mereka berdua adalah sahabat dekat, dan Eala sangat senang melihat kemenangan Wong kurang dari 24 jam sebelum kesuksesannya sendiri.
"Aku sangat bahagia untuknya. Melihat seseorang yang sudah lama kukenal sukses seperti ini sangat menginspirasi. Bukan hanya untukku, tapi banyak orang bisa terinspirasi darinya," ucap Eala.
Meski berharap kemenangannya bisa memberi harapan dan motivasi bagi pemain muda lain di tanah airnya, di usia yang masih sangat muda, Eala enggan dianggap sebagai panutan instan.
"Anak-anak muda di Filipina tidak harus terinspirasi dariku. Mereka bisa terinspirasi dari siapa pun atau apa pun, seperti yang kulakukan dulu," tegasnya.(/saf/abc-cbn)
(lam)