LANGIT7.ID-Miami; Petenis Filipina, Alexandra Eala terus mengukir sejarah di Miami Open. Kamis pagi (waktu indonesia) petenis berusia 19 tahun asal Filipina itu mengejutkan dunia dengan mengalahkan Iga Swiatek, pemain peringkat 2 dunia, dengan skor 6-2, 7-5. Kemenangan ini membawanya ke semifinal WTA 1000 pertamanya. Luar biasa!
Kemenangan Bersejarah atas Petenis TopEala, yang bermain dengan wild card, sudah mencatatkan namanya sebagai petenis Filipina pertama yang mengalahkan pemain Top 10 setelah menaklukkan juara Australian Open Madison Keys awal pekan ini. Namun, kemenangannya atas Swiatek lebih mengesankan lagi. Dalam pertandingan selama 1 jam 39 menit di Hard Rock Stadium, Eala menunjukkan permainan matang di luar usianya.
Sementara Eala sedang naik daun, Swiatek tampak kesulitan mempertahankan performa gemilangnya tahun lalu saat meraih gelar di Doha dan Indian Wells. Meski sempat mencapai semifinal di Melbourne, ia gagal mempertahankan gelar tahun 2024 dan sempat mendapat sorotan karena insiden dengan ball boy di BNP Paribas Open.
"Biasanya saya bisa mengendalikan emosi," tulis Swiatek di Instagram, mengakui kesalahannya.
Saat Eala wisuda di Nadal Academi, Nadal dan Iga Swiatek turut hadir. Foto: istimewaPerjalanan Eala yang ImpresifEala, juara US Open junior 2022, melaju ke perempat final tanpa kehilangan satu set pun. Ia menjadi cerita Cinderella turnamen ini setelah mengalahkan dua juara Grand Slam berturut-turut: Jelena Ostapenko (unggulan ke-25) dan Madison Keys (juara Australian Open 2024).
Meski mendapat walkover dari Paula Badosa (unggulan ke-10), Eala tampil percaya diri melawan Swiatek. Ia membalikkan ketertinggalan di awal pertandingan dan mendominasi set pertama dengan empat kali mematahkan servis Swiatek. Sementara itu, Swiatek tampak kesulitan menemukan ritme, membuat 19 unforced error hanya di set pertama.
Apa Selanjutnya?Dengan kemenangan ini, Eala kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di semifinal. Sementara Swiatek, meski menunjukkan peningkatan di Miami dengan mencapai perempat final untuk pertama kali sejak 2022, harus pulang dengan kekecewaan.
Pertandingan ini membuktikan bahwa Eala bukan hanya bintang masa depan, tapi sudah siap bersaing di level tertinggi tenis putri dunia. (*/saf/tennis)
(lam)