LANGIT7.ID-Miami; Petenis unggulan keempat itu akan menghadapi pemain nomor satu dunia Aryna Sabalenka di babak final.
Jessica Pegula menghentikan langkah mengejutkan Alexandra Eala di Miami Open dengan mengalahkan sang wild card remaja dalam tiga set, 7-6 (3), 5-7, 6-3.
Pegula, unggulan keempat, berhasil melewati tantangan sengit dari Eala yang pekan ini menjadi pemain pertama asal Filipina yang mengalahkan petenis Top 10 sejak peringkat WTA diperkenalkan tahun 1975. Pertarungan selama 2 jam 26 menit di Hard Rock Stadium dini hari Jumat itu mengantarkan Pegula ke final pertamanya di turnamen ini.
Di final nanti, Pegula akan berhadapan dengan Aryna Sabalenka yang lebih dulu melibas Jasmine Paolini dalam dua set langsung.
Eala menjadi sorotan utama turnamen berkat penampilan spektakulernya hingga semifinal, termasuk mengalahkan juara Australian Open Madison Keys dan mantan pemain nomor satu Iga Swiatek secara meyakinkan. Perjalanan 19 tahun ini sungguh luar biasa mengingat dia dulu hanya berlatih di lapangan basket bersama sang kakak, Miko.
"Mereka harus menggambar garis lapangan sendiri," jelas analis Tennis Channel Lindsay Davenport, mantan pemain nomor satu yang memuji energi dan sikap Eala selama pertandingan.
![Jessica Pegula Akhiri Kisah Fantasi Alexandra Eala di Semifinal Miami Open, di Final Bertemu Aryna Sabalenka]()
Eala kemudian lulus dari Rafael Nadal Academy—momen bersejarah yang dihadiri langsung oleh Nadal dan Swiatek—sebelum menutup karier juniornya dengan gelar tunggal putri di US Open 2022.
Melawan Pegula (runner-up US Open tahun lalu), Eala langsung menunjukkan performa gemilang dengan unggul cepat 5-2. Pegula yang dua kali semifinalis Miami (2022, 2023) sempat kesulitan menghadapi pukulan datarnya yang justru dinetralisir oleh permainan kontra Eala.
Eala hampir memenangkan set pertama saat mendapat set point, tapi kegugupan membuatnya melakukan double fault beruntun sehingga Pegula bangkit. Memanfaatkan pengalaman, Pegula memenangkan lima dari enam game berikutnya untuk merebut set pertama lewat tiebreak.
Cedera pergelangan kiri Eala setelah terjatuh sempat mengganggu permainannya, tapi dia tetap menunjukkan perlawanan sengit. Dari tertinggal break di set kedua, Eala memenangkan tiga game beruntun untuk membalikkan keadaan. Pegula sempat menyamakan kedudukan sebelum Eala kembali mencuri set kedua.
Di set penentuan, Eala terus menekan hingga pertandingan melewati tengah malam. Namun Pegula bertahan dengan solid dan akhirnya memecah servis Eala di game kedelapan. Meski sempat menyelamatkan satu match point, Eala akhirnya menyerah setelah pukulan forehandnya meleset.
Kini Pegula menghadapi tantangan berat: mengalahkan Sabalenka yang hanya dua kali kalah dari delapan pertemuan mereka sebelumnya. Kemenangan terakhir Pegula atas unggulan teratas itu terjadi di Final WTA 2023 di Cancun.(*/saf/tennis)
(lam)