LANGIT7.ID-Miami; Remaja asal Ceko, Jakub Mensik bikin gempar jagat tenis. Petenis next Gen yang masih berusia 19 tahun ini membuat sejarah besar dengan menumbangkan petenis rangking 1 Amerika, Taylor Fritz di semifinal Miami Open.
Fritz yang dalam tournamen level ATP 1000 ini menduduki rangking ketiga setelah Alexander Zherev, Medvedhev, namun Fritz gagal menunjukkan kelasnya. Selain itu meski Fritz secara rangking dunia di atas jauh dan diuntungkan dengan pososinya sebagai tuan rumah dengan dukungan full supporter namun tetap tidak mampu membendung petenis remaja yang super lincah tersebut dalam pertandingan yang berlangsung tiga set.
Akhirnya Jakub Mensik melaju ke final Masters 1000 pertamanya di Miami Open pada Jumat (29/3), setelah mengalahkan Taylor Fritz dengan skor 7-6 (4), 4-6, 7-6 (4). Dengan kemenangan ini, Mensik akan menjajal duel atau perang besar di final melawan petenis tua yang banyak ditakuti rival rivalnya, yaitu Novak Djokovic.
Harapannya hanya pada pemain berusia 19 tahun dari Republik Ceko ini yang sanggup menghalangi Djokovic dalam upayanya meraih gelar ATP ke-100. Mensik telah membuktikan diri sebagai pesaing tangguh bagi petenis terbaik dunia setelah mengalahkan Fritz, unggulan ketiga, dalam pertandingan selama 2 jam 25 menit di Hard Rock Stadium.
Sebelumnya, Fritz dan Mensik hanya sekali bertemu, dengan Fritz menang dalam tiga set cepat di US Open 2023. Namun, Mensik menunjukkan peningkatan pesat pekan ini di Miami—mengalahkan juara BNP Paribas Open Jack Draper di babak kedua dan menyelesaikan pertandingan dengan relatif cepat melawan Arthur Fils, unggulan ke-17, di perempat final.
![Setelah Tumbangkan Fritz, Jakub Mensik, 19 Tahun, Akan Jajal Perang Besar Melawan Djokovic di Final Miami Open]()
Fritz sendiri menghadapi jalan berat, melewati pertandingan babak ketiga melawan Denis Shapovalov (unggulan ke-27) dan Matteo Berrettini (unggulan ke-29), mengalahkan petenis Italia itu dalam tiga set ketat sebelum bertemu Mensik di semifinal.
Kedua pemain mempertahankan servis mereka dengan baik di set pertama, tanpa ada break point hingga 12 game. Namun, Mensik mengambil alih kendali di tiebreak, dua kali unggul mini-break sebelum menutup set pertama dalam waktu kurang dari satu jam.
Fritz membalikkan keadaan di set kedua, menciptakan satu-satunya break point dan mempertahankan keunggulan untuk memaksa set penentu.
Di set ketiga, Fritz—yang harus memulai servis kedua—tertekan sejak game ketiga. Pemain berusia 27 tahun itu bangkit dari ketertinggalan 15-40 dan bertahan di bawah tekanan skor yang terus meningkat.
Mensik mempertahankan servis tanpa kehilangan poin (hold to love) untuk unggul 5-4, tetapi Fritz memenangkan rally menegangkan saat hanya tertinggal dua poin dari kekalahan. Tak gentar, Mensik—yang sebelumnya mencetak 21 ace saat mengalahkan Draper—menambah totalnya menjadi 24 ace dan kembali mendekati kemenangan.
Dua kali lagi Fritz hampir kalah, tetapi ia bangkit dengan memaksa Mensik melakukan kesalahan setelah rally panjang. Backhand Mensik melebar tipis, dan pertandingan pun ditentukan oleh tiebreak.
Seperti di set pertama, Mensik meraih mini-break pertama, tetapi kesalahan backhand-nya membuat skor kembali imbang sebelum pergantian sisi.
Dua rally panjang akhirnya menentukan pertandingan: dengan unggul 5-4, Mensik mengalahkan Fritz di kedua rally tersebut untuk meraih kemenangan dan lolos ke final Masters pertamanya. Ini akan menjadi pertemuan keduanya melawan Djokovic. Pertandingan terakhirnya melawan juara 24 Grand Slam itu berlangsung sengit, tetapi Djokovic menang dalam tiga set di Rolex Shanghai Masters tahun lalu.(*/saf/tennis)
(lam)