LANGIT7.ID-Miami; Aryna Sabalenka berhasil mengubah nasib di final besar ketiga tahun 2025 dengan meraih gelar Miami Open untuk pertama kalinya.
Dengan sukses memenangkan pertempuran gengsi ini, Sabalenka membawa pulang uang 18,1 miliar rupiah.
Sebelumnya, Sabalenka kalah dari Madison Keys di final Australian Open dan dari remaja Mirra Andreeva di Indian Wells dua minggu lalu. Namun, kali ini ia tampil terlalu kuat bagi unggulan keempat Jessica Pegula di Florida.
Dalam laga yang mengulang final AS Open tahun lalu, Sabalenka memenangkan set pertama yang ketat sebelum melenggang dengan skor 7-5, 6-2.
"Aku tak bisa berkata-kata," ujar Sabalenka, yang tidak kehilangan satu set pun sepanjang turnamen, kepada Sky Sports.
"Beberapa final terakhir sangat sulit dan sengit bagiku, jadi di final kali ini, aku benar-benar fokus pada permainanku sendiri. Aku bermain point per point, dan sekarang ini terasa sangat istimewa. Aku sangat senang bisa menang. Gelar pertamaku di Miami."
![Aryna Sabalenka Akhirnya Raih Gelar Miami Open dan Bawa Pulang Uang 18,1 Miliar]()
Ini menjadi gelar kedua di tahun 2025 bagi petenis peringkat satu dunia ini, setelah sebelumnya menjuarai Brisbane International pada Januari lalu. Kemenangan ini juga memperlebar jaraknya di puncak ranking WTA.
Sabalenka memulai pertandingan dengan sempurna dengan memecah servis Pegula untuk unggul 2-0. Namun, Pegula—yang sebelumnya menghentikan langkah remaja Filipina Alexandra Eala di semifinal—bangkit dengan memenangkan tiga game beruntun.
Sabalenka kembali unggul 5-3, tetapi gagal menutup set saat servisnya, memungkinkan Pegula menyamakan kedudukan. Namun, Pegula—yang hanya menang dua dari delapan pertemuan sebelumnya melawan Sabalenka—terus kesulitan di servis, hanya memenangkan satu dari 10 poin pada servis kedua di set pertama. Akhirnya, Sabalenka memecah servisnya untuk ketujuh kalinya dan merebut set pertama.
Meski begitu, Sabalenka masih terlihat belum sepenuhnya stabil dan kembali kehilangan servisnya di awal set kedua. Namun, ia sadar bahwa kekuatan permainan masih di pihaknya.
Keyakinan Pegula mulai memudar ketika Sabalenka memenangkan empat game beruntun, dan sebuah backhand menyusur garis di akhir pertandingan mengantarkannya pada gelar juara.
Sementara itu, pasangan ganda putra Inggris Julian Cash dan Lloyd Glasspool harus menelan kekalahan di final. Unggulan teratas Marcelo Arévalo-Gonzalez dan Mate Pavic mengalahkan mereka dengan skor 7-6 (3), 6-3.)(*/saf)
(lam)