Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home global news detail berita

Microsoft Pecat Dua Karyawan Gara-Gara Protes Soal Proyek AI dengan Militer Israel

nabil Rabu, 09 April 2025 - 05:51 WIB
Microsoft Pecat Dua Karyawan Gara-Gara Protes Soal Proyek AI dengan Militer Israel
LANGIT7.ID-Jakarta; Microsoft memecat dua karyawannya yang melakukan aksi protes saat acara perayaan 50 tahun perusahaan. Aksi itu dilakukan untuk menentang kerja sama Microsoft dalam menyediakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk militer Israel. Informasi ini disampaikan oleh kelompok yang mendampingi para pegawai tersebut.

Dalam surat pemecatan yang diterima Senin lalu, Microsoft menuduh salah satu dari mereka melakukan pelanggaran serius. Aksi itu dianggap sengaja dilakukan untuk cari sensasi dan mengganggu acara besar yang sudah direncanakan lama. Sementara pegawai satunya lagi sebenarnya sudah mengajukan resign, tapi Microsoft memintanya pergi lebih cepat lima hari dari jadwal keluar.

Aksi protes dimulai hari Jumat ketika seorang software engineer Microsoft, Ibtihal Aboussad, maju ke arah panggung. Saat itu, salah satu petinggi perusahaan sedang memperkenalkan fitur-fitur baru dan rencana jangka panjang Microsoft soal AI.

“Kalian bilang AI digunakan untuk hal baik, tapi nyatanya Microsoft malah jual AI buat senjata ke militer Israel,” teriak Aboussad ke CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman. “Sudah 50 ribu orang meninggal, dan Microsoft ikut berperan dalam genosida ini.”

Aksi Aboussad bikin Suleyman harus menghentikan pidatonya yang sedang disiarkan langsung dari kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington. Acara itu dihadiri oleh nama-nama besar seperti pendiri Microsoft Bill Gates dan mantan CEO Steve Ballmer.

Microsoft bilang, Suleyman tetap tenang dan mencoba meredam suasana. “Terima kasih atas protesmu, saya mendengarnya,” kata Suleyman. Tapi Aboussad tetap meneriakkan bahwa Suleyman dan “seluruh Microsoft” punya darah di tangan mereka. Ia bahkan melemparkan syal keffiyeh—simbol dukungan terhadap Palestina—ke atas panggung sebelum akhirnya diamankan petugas keamanan.

Protes tidak berhenti di situ. Seorang pegawai Microsoft lainnya, Vaniya Agrawal, juga ikut melakukan interupsi di bagian acara berikutnya.

Aboussad, yang bekerja di kantor Microsoft Kanada di Toronto, diberi tahu lewat panggilan video oleh HR pada hari Senin bahwa dia langsung dipecat. Informasi ini disampaikan oleh kelompok bernama No Azure for Apartheid, yang aktif menolak kerja sama Microsoft dan Israel melalui platform cloud Azure.

Sebelumnya, sebuah laporan media menyebutkan bahwa model AI dari Microsoft dan OpenAI sudah dipakai oleh militer Israel untuk memilih target serangan di Gaza dan Lebanon. Laporan itu juga membahas soal serangan udara Israel yang salah sasaran di tahun 2023, yang menewaskan tiga anak perempuan dan nenek mereka di Lebanon.

Dalam surat pemecatannya, Microsoft menyatakan bahwa Aboussad seharusnya bisa menyampaikan pendapat secara pribadi ke manajer. Tapi, ia malah membuat tuduhan keras dan tidak pantas ke Suleyman dan perusahaan. Microsoft juga menilai tindakannya terlalu agresif dan mengganggu, sampai harus dikawal keluar ruangan.

Sementara itu, Agrawal sebenarnya sudah mengajukan pengunduran diri dua minggu sebelumnya dan dijadwalkan keluar dari Microsoft pada 11 April. Tapi hari Senin kemarin, manajernya mengirim email yang menyatakan pengunduran dirinya langsung berlaku hari itu juga.

Meski ini jadi aksi protes paling terbuka, sebenarnya bukan yang pertama. Bulan Februari lalu, lima pegawai Microsoft juga pernah dikeluarkan dari rapat bersama CEO Satya Nadella karena melakukan protes terkait kontrak dengan Israel.

“Kami menyediakan banyak cara agar semua suara bisa didengar,” kata pihak Microsoft dalam pernyataan resmi hari Jumat. “Tapi kami juga meminta agar semua disampaikan tanpa mengganggu jalannya bisnis. Kalau terjadi gangguan, kami akan minta peserta berpindah. Kami tetap berkomitmen menjaga standar tinggi dalam praktik bisnis kami.”

Waktu itu Microsoft belum mengonfirmasi apakah akan mengambil tindakan lebih jauh, tapi Aboussad dan Agrawal sudah curiga bakal kena pemecatan karena akses akun kerja mereka langsung dicabut setelah protes.

Sebelumnya, puluhan pegawai Google juga pernah dipecat tahun lalu karena menggelar protes soal kerja sama teknologi dengan pemerintah Israel. Mereka melakukan aksi duduk di kantor Google New York dan Sunnyvale, California. Protes itu menentang proyek bernama Project Nimbus, kontrak senilai 1,2 miliar dolar yang melibatkan AI untuk Israel.

Pegawai-pegawai Google yang dipecat itu kemudian mengajukan pengaduan ke National Labor Relations Board agar bisa mendapatkan kembali pekerjaan mereka.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)