LANGIT7.ID - Saat ini sudah sangat banyak beredar cairan anti bocor di pasaran baik online maupun offline seperti di bengkel-bengkel.
Cairan anti bocor ini menjadi solusi praktis mencegah ban motor bocor, khususnya ban jenis tubeless.
Penggunaan cairan anti bocor ini juga sangat mudah, kamu hanya perlu menuangkan cairan anti bocor ke ban motor melalui pentil ban saja.
Selain karena praktis, banyak pengguna motor yang menggunakan cairan anti bocor ini karena harganya yang cukup murah.
Satu botol cairan anti bocor ini bisa kamu dapatkan dengan harga sekitar Rp30 ribuan saja dan diklaim bisa mencegah ban motor dari kebocoran, khususnya untuk ban tubeless.
Meskipun murah dan praktis, ternyata banyak pabrikan pabrikan ban yang tidak menyarankan untuk menggunakan cairan anti bocor.
Sebab, penggunaan cairan anti bocor ini justru bisa menimbulkan berbagai efek negatif. Penggunaan cairan anti bocor, ternyata bisa merusak bagian dalam atau permukaan ban dan juga merusak velg.
Hal ini disebabkan karena cairan anti bocor ternyata memiliki sifat korosif dan dalam jangka waktu yang panjang cairan tersebut bisa mengeras.
Jadi, jika digunakan terus menerus dalam jangka waktu yang lama, cairan anti bocor ini tidak hanya akan menutup lubang yang bocor saja, melainkan dapat menyumbat pentil ban sehingga tidak bisa diisi angin.
Cairan anti bocor yang sudah mengeras dan menempel pada velg akan dalam waktu yang lama kan membuat sulit dibersihkan, jika dibiarkan terus menerus efeknya velg menjadi keropos.
Jika velg yang sudah terlanjur terkena cairan anti bocor dalam waktu yang lama, setelah dibersihkan sangat disarankan untuk di cat ulang agar velg tidak mudah keropos.
Karena itu, bagi para pengendara motor yang sudah menggunakan ban tubeless pada motornya sebaiknya hindari penggunaan cairan anti bocor ini mengingat banyaknya efek negatif untuk jangka panjangnya.(*)
(hbd)